Ketika Pria Palestina Ini Tak Lagi Jadi Tersangka, Media Zionis Kehilangan Minat Beritakan Kasusnya

13 July 2019, 22:09.
Mahmoud Katusa, setelah dibebaskan dari penjara ‘Israel’, di kota Ramallah, Tepi Barat terjajah, 25 Juni 2019. Foto: Yonatan Sindel/Flash90

Mahmoud Katusa, setelah dibebaskan dari penjara ‘Israel’, di kota Ramallah, Tepi Barat terjajah, 25 Juni 2019. Foto: Yonatan Sindel/Flash90

RAMALLAH, Sabtu (+972 Magazine): Jika Anda mencari di Google tentang kasus pemerkosaan gadis ultra-Ortodoks berusia tujuh tahun di permukiman ilegal ultra-Ortodoks di Tepi Barat, Anda akan menemukan puluhan ribu kasus. Setidaknya hingga 25 Juni.

Itu adalah hari ketika Mahmoud Katusa –seorang warga Palestina dari desa dekat permukiman ilegal Yahudi yang dituduh atas pemerkosaan anak– dibebaskan dari penjara begitu jelas bahwa ia bukanlah sang pelaku.

Sejak saat itu, kasus tersebut hanya mendapat sedikit perhatian media. Lantas, orang tentu saja bertanya-tanya, bagaimana mungkin sebuah kisah yang baru beberapa pekan lalu digambarkan oleh media sebagai “tindakan mengerikan dan kejam” –yang dilakukan oleh “binatang” terhadap seorang gadis tak berdosa– telah hilang dari pemberitaan maupun kesadaran publik?

Kebungkaman media setelah keputusan pengadilan itu sulit untuk dipahami; akhirnya, surat kabar memberitakan bahwa penyelidikan akan berlanjut. Mereka mengutip Military Advocate General atau MAG (korps yang bertanggung jawab mengimplementasikan aturan hukum di kalangan serdadu Zionis), yang mengatakan bahwa penyelidikan tambahan diperlukan untuk “menggali semua petunjuk yang diperlukan, baik dalam kaitannya dengan Katusa maupun yang lain”.

Komitmen resmi ini dibuat oleh semua lembaga penegak hukum yang relevan, termasuk MAG dan kepala Departemen Investigasi dan Intelijen ‘Israel’. Akan tetapi, dua pekan telah berlalu dan media tidak bersusah payah memperbarui informasi kepada publik tentang perkembangan penyelidikan.

Media juga tidak memberikan informasi relevan yang melampaui batasan penyelidikan. Kita tidak tahu bagaimana Katusa sejak ia dibebaskan atau apakah dia telah kembali ke pekerjaan lamanya di permukiman ilegal Yahudi. Kita tidak tahu tentang hubungan antara permukiman ilegal Yahudi dan desa Qadis yang berada di dekatnya, atau bagaimana warga ultra-Ortodoks memandang para pekerja Palestina yang masuk dan keluar kota itu.

Pers seharusnya memberikan jawaban atas minat publik terhadap keluarga gadis itu, suasana di sekolah setelah tuduhan terhadap Katusa dicabut, atau apa yang dikatakan para tetangga. Informasi ini dapat dan harus diletakkan di sana, tunduk pada batasan hukum, terlepas dari apakah penjajah Zionis memberikan perintah pelarangan publikasi atas kasus ini.

Saya menduga bahwa bungkamnya media terhadap investigasi hanyalah contoh lain dari kebiasaan buruk mengabaikan liputan tindak lanjut yang berpihak pada kisah-kisah baru dan menarik, serta meninggalkan investigasi yang lebih dalam demi berita utama yang cepat dan mudah.

Akan tetapi, yang paling penting, saya khawatir bahwa mengabaikan penyelidikan yang sedang berlangsung menegaskan, sekali lagi, sifat rasis warga Zionis dan media yang membentuknya. Selama orang-orang yakin bahwa seorang warga Palestina yang tertindas telah melakukan kejahatan mengerikan ini, publik ‘Israel’ – yang diarahkan oleh para pemimpin dan wartawannya – akan dengan keras mengutuknya. Akan tetapi, begitu Mahmoud Katusa tidak lagi menjadi tersangka, orang-orang Yahudi ‘Israel’ hidup kembali seperti biasa. Seolah seorang gadis muda tidak diperkosa. Seolah-olah kasusnya tidak perlu lagi diselesaikan.* (+972 Magazine | Sahabat Al-Aqsha)

*Artikel ini ditulis oleh Uzi Benziman, pendiri dan mantan pemimpin redaksi The Seventh Eye.  

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Abu Marzouk: Hamas Tolak Undangan Dialog dengan Amerika Serikat
Banjir Monsoon Mempersulit Kehidupan Warga Rohingya di Kamp Pengungsi »