Assad dan Rusia Gunakan Bom Termobarik, Fosfor Putih dan Bom Klaster untuk Luluh Lantakkan Jisr Al-Shughour

15 July 2019, 23:31.
Foto: Syrian Coalition’s Media Department

Foto: Syrian Coalition’s Media Department

DOHA, Senin (Syrian Coalition’s Media Department): Aktivis menyatakan, kota Jisr al-Shughour di daerah pedesaan barat Idlib luluh lantak akibat pengeboman udara oleh rezim Assad dan pasukan Rusia. Meningkatnya serangan udara di kota itu baru-baru ini telah menyebabkan kehancuran masif pada fasilitas publik, properti pribadi, dan infrastruktur.

Aktivis setempat menyatakan bahwa bom termobarik, fosfor putih dan bom klaster digunakan dalam serangan yang menyebabkan kerusakan luas di kota itu.

Pengeboman udara biadab itu menargetkan satu-satunya rumah sakit yang beroperasi di kota Jisr al-Shughour sehingga tidak lagi bisa berfungsi. Pengeboman juga memaksa banyak penduduk kota tersebut melarikan diri ke daerah-daerah yang relatif lebih aman.

Penduduk setempat meminta masyarakat internasional dan organisasi-organisasi HAM menghentikan “mesin pembunuh” yang menargetkan warga sipil dan infrastruktur di kota itu. Mereka meminta organisasi kemanusiaan untuk melaksanakan tanggung jawab kemanusiaan mereka dan memberikan bantuan kepada orang-orang di kota itu.

Pengeboman yang semakin intensif menewaskan setidaknya 12 warga sipil dan melukai lebih dari 20 lainnya, serta menghancurkan pusat layanan dan fasilitas kesehatan dalam tiga hari terakhir.

Tak hanya di Jisr al-Shughour, rezim Assad dan pasukan udara Rusia juga meningkatkan serangan udara di kota-kota dan desa-desa di pedesaan utara Hama serta pedesaan selatan Idlib, terutama di Latamina, Kafarzeita, Ariha, Khan Sheikhoun dan Ma’ret al-Nu’man.* (Syrian Coalition’s Media Department | Sahabat Al-Aqsha)

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« 11 Pekan Rezim Assad dan Rusia Bombardir Idlib, 606 Warga Sipil Termasuk 157 Anak-anak Tewas
Sembilan Tahun Berlalu, Korban Serangan Serdadu Zionis di Kapal Mavi Marmara Belum Dapatkan Keadilan »