450.000+ Orang Mengungsi ke Perbatasan Turki Sejak Assad, Rusia Bombardir Idlib dan Hama

4 August 2019, 21:47.
Foto: Syrian National Coalition’s Media Department

Foto: Syrian National Coalition’s Media Department

DOHA, Ahad (Syrian National Coalition’s Media Department): Pengeboman dan penembakan oleh rezim Assad dan Rusia di provinsi Idlib dan Hama dalam tiga bulan terakhir telah memaksa lebih dari 450.000 orang meninggalkan rumah mereka ke perbatasan Turki. Hal itu diungkapkan badan amal medis, Doctors Without Borders/Medecins Sans Frontieres (MSF), pada Rabu (31/7). MSF juga menambahkan, agresi telah menyebabkan ratusan orang tewas dan ribuan lainnya terluka.

“Kekerasan semakin meningkat selama sebulan terakhir, yang menyebabkan lebih banyak orang terbunuh atau terluka. Sebagian besar pengungsi membutuhkan bantuan kemanusiaan,” ungkap organisasi yang bermarkas di Jenewa itu.

“Fasilitas medis, sekolah, pasar dan kamp-kamp untuk para pengungsi luluh lantak. Satu rumah sakit yang didukung MSF rusak akibat pengeboman, sementara fasilitas lain yang dibantu oleh MSF harus berkali-kali menghentikan sebagian layanan mereka selama beberapa pekan terakhir karena takut diserang.”

MSF menambahkan: “Sebagian besar pengungsi yang baru menuju ke daerah-daerah berpenduduk padat dan sekarang tinggal di tenda-tenda atau di tempat terbuka, seperti di bawah pohon zaitun. Mereka membutuhkan makanan, air dan perawatan medis.”

“Apa yang kita hadapi sekarang adalah ratusan ribu pengungsi hidup dalam kondisi yang mengerikan,” kata Lorena Bilbao, koordinator operasi untuk program MSF di Suriah. “Banyak permukiman yang penuh sesak, infrastruktur mereka tidak memadai dan kondisi kehidupan tidak higienis sehingga sangat berisiko menimbulkan wabah penyakit.”

“Jika orang tidak memiliki air bersih untuk diminum, kita dapat memperkirakan akan ada lebih banyak orang menderita dehidrasi, diare dan penyakit yang ditularkan melalui air dalam beberapa pekan mendatang,” kata Bilbao. “Ini akan membuat kondisi yang sudah kritis menjadi semakin memburuk.”

Koalisi Nasional Suriah sebelumnya mengatakan bahwa “rakyat Suriah adalah korban genosida di mana komunitas internasional terlibat secara langsung atau tidak langsung”, serta menekankan bahwa serangan-serangan itu merupakan kejahatan perang.

Syrian Network for Human Rights (SNHR) mengatakan, mereka mencatat setidaknya 33 pembantaian di Suriah barat laut, terutama di Idlib, antara 26 April dan 27 Juli. Pembantaian itu merenggut nyawa para pekerja medis dan relawan pertahanan sipil.* (Syrian National Coalition’s Media Department | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Pernyataan Mahathir tentang Rohingya Bikin Myanmar Marah
‘Ini Bukan Sekadar Angka, Kita Bicara tentang Tragedi’ »