‘Ini Bukan Sekadar Angka, Kita Bicara tentang Tragedi’

4 August 2019, 22:54.
Foto: Syrian National Coalition’s Media Department

Foto: Syrian National Coalition’s Media Department

DOHA, Ahad (Syrian National Coalition’s Media Department): Korps Pertahanan Sipil Suriah menyatakan, sekitar tiga juta warga sipil di provinsi Idlib setiap hari menjadi sasaran pelanggaran serta kejahatan rezim Assad dan pasukan udara Rusia. Hal itu diungkapkan Korps dalam konferensi pers yang diselenggarakan oleh Asosiasi Media di Aleppo pada hari Kamis (1/8).

“Apa yang telah dilakukan Rusia sejak intervensinya di Suriah untuk mendukung rezim Assad pada akhir 2015 tidak hanya untuk melakukan kejahatan, tetapi untuk mempertanyakan segala sesuatu yang berhubungan dengan kebenaran,” kata Raed al-Saleh, direktur Korps Pertahanan Sipil Suriah.

Al-Saleh mengatakan, sekitar 835 warga sipil terbunuh di Idlib sejak 26 April, termasuk 201 anak-anak. “Apa yang membuat kami marah adalah ini bukan sekadar angka. Kita berbicara tentang 201 proyek untuk membangun masa depan Suriah. Kita berbicara tentang para wanita, pria dan keluarga yang kehilangan anak-anak mereka. Kita berbicara tentang tragedi.”

Al-Saleh menyesalkan turunnya minat media internasional terhadap Suriah. “Jika jumlah kematian warga sipil di bawah 40, tidak akan ada liputan internasional,” ujar Saleh. Ia menambahkan, berita tentang Suriah berada di urutan keempat atau kelima. Ini berlawanan dengan apa yang terjadi sebelum intervensi Rusia.

Kepala Direktorat Kesehatan di Idlib, Mustafa Al-Eido, menyatakan bahwa konferensi itu bertujuan untuk menyoroti skala kejahatan yang dilakukan oleh Rusia dan rezim Assad terhadap rakyat Suriah dan lembaga-lembaga sipil, seperti fasilitas pendidikan, rumah sakit, dan pusat kesehatan. Pun, bertujuan untuk menyampaikan suara rakyat Suriah kepada masyarakat internasional, organisasi hak asasi manusia, lembaga masyarakat sipil dan para anggota Dewan Keamanan PBB.

Penasihat Asosiasi, Ismail al-Raj, mengatakan bahwa konferensi tersebut juga bertujuan untuk menyampaikan gambaran nyata kepada masyarakat internasional, menyangkal kebohongan dan disinformasi konsisten Rusia.

Konferensi itu diselenggarakan beberapa hari setelah dua pertiga dari anggota Dewan Keamanan PBB menyerukan Sekretaris Jenderal PBB untuk melakukan penyelidikan terhadap rezim Assad dan serangan Rusia terhadap fasilitas medis yang didukung PBB di Suriah.* (Syrian National Coalition’s Media Department | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« 450.000+ Orang Mengungsi ke Perbatasan Turki Sejak Assad, Rusia Bombardir Idlib dan Hama
Turki Berikan Kewarganegaraan pada 92.000+ Muhajirin Suriah »