Penjajah Zionis Berusaha Berlakukan Kekuasaan Militer di Negev

13 August 2019, 23:42.
Gerombolan serdadu Zionis menghancurkan desa Al-Araqeeb untuk ke-149 kali. Foto: Arsip Middle East Monitor

Gerombolan serdadu Zionis menghancurkan desa Al-Araqeeb untuk ke-149 kali. Foto: Arsip Middle East Monitor

LONDON, Senin (Middle East Monitor): Kepala desa Badui, Al-Araqeeb, Sayah Al-Turi mengatakan bahwa penjajah Zionis berusaha memberlakukan kekuasaan militer di Negev untuk menghilangkan masalah di sekitar desa tersebut.

Sejak Al-Turi yang berusia 69 tahun itu bebas dari penjara Ramla dua pekan lalu, otoritas penjajah Zionis terus melakukan penghancuran rumah, persekusi politik, penangkapan dan pemanggilan untuk interogasi oleh “Otoritas Pengembangan Negev”, unit rahasia Yoav dan Administrasi Pertanahan ‘Israel’.

Al-Araqeeb dihancurkan oleh otoritas ‘Israel’ untuk yang ke-149 kali pada Ahad lalu. Al-Turi berhari-hari melakukan protes di depan kantor penyidik Zionis di kota Rahat, mendirikan tenda di luar kantor untuk menyoroti praktik serdadu Zionis di Al-Araqeeb, pengejaran terhadap putranya setiap hari dan keputusan untuk mengusirnya dari tanahnya sendiri selama 15 hari.

“Semua orang tahu bahwa keputusan untuk memenjarakan saya dan kemudian mengasingkan saya dari desa kami Al-Araqeeb adalah ilegal,” kata Al-Turi kepada Arab48.  “Keputusan itu diberlakukan oleh hakim ‘Israel’ yang perannya dalam sesi dengar pendapat berputar di sekitar mengarahkan penuntutan ‘Israel’ dan membantu untuk mengasingkan saya dari desa saya.”

Ia melanjutkan: “Hakim ini memberikan segala yang dia bisa sebagai respons atas permintaan unit rahasia Yoav yang rasis dan bahkan mengarahkan perwakilan serdadu Zionis ke dalam hukum ‘Israel’ agar menggunakannya sebagai pembenaran atas permintaan untuk mengasingkan saya dari Al-Araqeeb.”

“Hukum membantu fasisme dan apa yang terjadi adalah kejahatan,” tegas kepala desa.

Para serdadu dari unit rahasia terus menerus memburu warga Al-Araqeeb. Dalam operasi baru-baru ini, unit tersebut mengkhususkan diri dalam menghancurkan rumah-rumah tanpa menggunakan buldozer dan membubarkan demonstrasi yang menentang penghancuran rumah. Para serdadu Zionis dari unit tersebut telah menghancurkan tenda-tenda warga Al-Araqeeb dengan mobil 4×4, merobeknya dengan pisau dan mengusir mereka keluar dari desa.

Al-Turi mengatakan pada Arab48 bahwa baru-baru ini “serdadu Zionis dari unit rahasia Yoav mengejutkan kami dengan metode baru. Mereka menyeret tenda kami dan merobeknya dengan tangan mereka tanpa menggunakan buldozer”.

“Mereka menerobos masuk ke desa Al-Araqeeb setiap hari. Selama serbuan ini, mereka mencuri barang-barang milik keluarga saya, menyerang dan mengancam anak-anak, bahkan menghancurkan tugu peringatan untuk syuhada pembantaian Al-Araqeeb pada tahun 1948.”

Al-Araqeeb juga menjadi sasaran pengadilan ‘Israel’. Pekan ini pengadilan pusat Beersheba menjatuhkan denda 1,6 juta shekel (0,46 juta dolar) kepada penduduk desa untuk membayar biaya penghancuran desa yang ke-149 kali.

Mengomentari keputusan ini, Al-Turi mengatakan pada Arab48: “Tampaknya penjajah Zionis menderita kekurangan anggaran karena sedang mempersiapkan pemilu parlemen mendatang dan mencoba untuk menghemat uang dengan menghukum kami, membuat kami membayar denda, serta melakukan perampokan bersenjata terhadap kami.”

“Semua denda dan kejahatan terhadap warga Al-Araqeeb adalah bagian dari penuntutan politik, dan bukan hukum, serta praktik rasis ini adalah salah satu metode yang digunakan terhadap semua orang Arab Negev untuk mencabut mereka dari tanah mereka sendiri. Al-Araqeeb bukan satu-satunya desa yang ditargetkan,” tambah Al-Turi.

Al-Turi menyimpulkan, “Saya menyerukan kepada para pemimpin Arab dan semua orang yang percaya pada keadilan untuk meningkatkan perjuangan melawan rencana otoritas dan melawan ‘Israel’ atas kejahatannya terhadap desa Al-Araqeeb dan desa-desa lainnya”.

“Kami punya hak dan kami tidak akan menyerah, tetapi kami membutuhkan dukungan. Penjajah Zionis ‘Israel’ berusaha memberlakukan kekuasaan militer dan mengakhiri isu Al-Araqeeb, yang tidak akan kami terima.”* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Sayah Al-Turi, kepala desa Al-Araqeeb. Foto: PIC/Facebook

Sayah Al-Turi, kepala desa Al-Araqeeb. Foto: PIC/Facebook

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Muhammad Badie Masih Disekap di Sel Isolasi Penjara Mesir
‘Memalukan dan Tercela Jika Membiarkan Warga Palestina Hadapi Penjajah Zionis Sendirian’ »