15 Orang Termasuk Anak-anak Tewas dalam Serangan Udara Rezim Assad dan Rusia di Idlib

18 August 2019, 06:56.
Foto: Anadolu Agency

Foto: Anadolu Agency

BEIRUT, Ahad (Daily Sabah): Serangan udara rezim Suriah dan sekutunya, Rusia, menewaskan 15 warga sipil – sebagian besar dari mereka berada di kamp pengungsi di provinsi Idlib, ungkap Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) pada Jum’at (16/8).

Empat anak termasuk di antara 13 warga sipil yang tewas dalam serangan udara Rusia di sebuah kamp pengungsi di dekat kota Hass di Idlib selatan, jelas lembaga yang bermarkas di Inggris itu.

Dua anak lainnya tewas dalam serangan udara rezim di berbagai bagian wilayah yang dikuasai oleh Hayat Tahrir al-Sham (HTS). Serangan itu terjadi ketika pasukan rezim bertempur dengan kelompok HTS dan sekutu pemberontak di wilayah tersebut, di mana pertempuran sengit pada hari Jum’at itu merenggut nyawa 31 orang.

Selama sepekan terakhir, kelompok pro-rezim bergerak maju ke sisi selatan provinsi Idlib, dengan tujuan merebut kota Khan Sheikhoun, yang terletak di jalan raya utama yang diincar oleh rezim.

Jalan itu melewati Idlib, menghubungkan Damaskus yang dikuasai pemerintah dengan kota utara Aleppo, yang direbut kembali oleh pasukan rezim dari oposisi pada Desember 2016.

HTS sejak Januari mengendalikan sebagian besar provinsi Idlib, Hama, Aleppo dan Latakia.

Kesepakatan zona penyangga (buffer zone) yang dimediasi oleh Rusia dan Turki tahun lalu seharusnya melindungi seluruh penduduk di wilayah Idlib dari serangan membabi buta rezim, namun kesepakatan itu tidak pernah sepenuhnya dilaksanakan.

Serangan udara rezim dan Rusia sejak akhir April telah menewaskan lebih dari 820 warga sipil, jelas SOHR.

Menurut PBB, tindakan brutal itu telah membuat 400.000 orang mengungsi.

Koresponden AFP sebagaimana dilansir Daily Sabah melaporkan, melihat puluhan keluarga melarikan diri dari pertempuran selama beberapa hari terakhir, menuju ke utara dengan truk yang penuh dengan barang-barang.

Konflik Suriah telah menewaskan ratusan ribu orang dan membuat jutaan orang mengungsi di dalam dan ke luar negeri sejak dimulainya penindasan brutal terhadap demonstran anti-rezim pada tahun 2011.* (Daily Sabah | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« LAPORAN PELAKSANAAN QURBAN GARIS DEPAN 1440 H
124.000 Muhajirin di Idlib Melarikan Diri dari Serangan Rezim ke Perbatasan Turki »