SNHR: Tak Hiraukan Kejahatan Assad Akan Dorong Rezim Lain Gunakan Senjata Kimia

25 August 2019, 20:36.
Foto: Syrian National Coalition’s Media Department

Foto: Syrian National Coalition’s Media Department

DOHA, Ahad (Syrian National Coalition’s Media Department): Syrian Network for Human Rights (SNHR) mengeluarkan laporan khusus untuk memperingati tahun keenam serangan kimia yang diluncurkan rezim Assad di pinggiran Damaskus, Ghouta timur, pada 21 Agustus 2013. SNHR memperingatkan masyarakat internasional bahwa bersikap bungkam terhadap pengulangan penggunaan senjata kimia oleh rezim Assad berisiko mendorong rezim lain untuk menggunakan senjata yang dilarang secara internasional itu.

Laporan itu menunjukkan bahwa rezim Assad adalah satu-satunya rezim yang menggunakan senjata kimia terhadap rakyatnya sendiri dan mengulangi penggunaannya. Kejahatan tersebut berisiko mendorong rezim lain dengan mental kejam dan biadab menggunakan senjata itu.

SNHR menyatakan, rakyat Suriah berharap masyarakat internasional akan sepenuhnya mengisolasi rezim Assad karena kejahatan ini –berdasarkan hukum internasional– merupakan ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional.

Tanggapan masyarakat internasional, yang memaksa rezim untuk menyerahkan senjata yang digunakannya dalam kejahatan seraya membiarkan penjahatnya bebas, telah mendorong rezim untuk tidak menyerahkan seluruh senjata kimia yang disembunyikan. Ini juga mendorong rezim untuk menggunakan senjata ini berkali-kali dengan dukungan dari negara-negara yang tidak menunjukkan rasa hormat terhadap hak asasi manusia, seperti Iran dan Rusia.

Kelompok pemantau itu menekankan bahwa serangan kimia di Ghouta bukan yang pertama, namun merupakan yang terbesar dalam hal jumlah korban dan wilayah geografis yang terkena dampaknya. Disebutkan bahwa serangan itu menewaskan sekitar 1.127 orang, termasuk 107 anak-anak dan 201 wanita, serta melukai sebanyak 5.935 orang.

SNHR menunjukkan bahwa rezim Assad menggunakan senjata kimia dalam 156 serangan setelah Pembantaian Ghouta pada 12 Desember 2016 – tanggal serangan kimia di wilayah Aqiribat di pedesaan timur Hama. Senjata ini juga digunakan dalam 13 serangan pada 4 April 2017 – tanggal serangan sarin di kota Khan Sheikhoun di pedesaan Idlib. Pun, menggunakan senjata kimia dalam 14 serangan pada 7 April 2018 – tanggal serangan klorin di kota Douma di pedesaan Damaskus, dan satu kali pada 19 Mei 2019 – tanggal serangan klorin di kota Kabbina di pedesaan timur Lattakia.

SNHR meminta Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab atas serangan 19 Mei di Kabbina dan serangan kimia lainnya.

SNHR meminta Dewan Keamanan PBB dan komunitas internasional untuk melaksanakan tanggung jawab mereka dan menjauhkan diri dari membangun hubungan apa pun dengan rezim yang menggunakan senjata pemusnah massal terhadap warga sipil di era modern ini dan tepat di depan mata seluruh dunia.* (Syrian National Coalition’s Media Department | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Pasukan Rezim Assad Bakar dan Jarah Rumah Warga Sipil di Khan Sheikhoun
‘Hari Genosida’: Ribuan Pengungsi Rohingya Berunjuk Rasa di Kamp-kamp Bangladesh »