Serangan Pesawat Tempur Rezim Assad dan Rusia Tewaskan 13 Orang di ‘Zona De-Eskalasi’

27 August 2019, 21:01.
Foto: Syrian National Coalition’s Media Department

Foto: Syrian National Coalition’s Media Department

DOHA, Selasa (Syrian National Coalition’s Media Department): Aktivis setempat mengungkapkan bahwa jet Rusia pada hari Senin (26/8) menyerang kota-kota dan desa-desa di dekat kota Ma’aret al-Nouman di daerah pedesaan Idlib sehingga menyebabkan banyak korban sipil dan menghancurkan bangunan tempat tinggal.

Aktivis mengatakan bahwa serangan udara tersebut menewaskan dua warga sipil di desa Kafarsijna. Serangan itu terjadi kurang dari 24 jam setelah serangan udara yang menewaskan enam warga sipil, termasuk tiga anak-anak dan dua wanita, di kota Tal Minnes. Empat orang lagi, termasuk seorang anak, terluka.

Serangan udara oleh rezim Assad menewaskan tiga warga sipil dan melukai empat orang lainnya di kota al-Tih dekat Ma’aret al-Nu’man pada Ahad.

Serangan serupa menewaskan seorang warga sipil di kota Ma’arshourin dan satu orang lagi di desa al-Hilaba, sementara seorang warga sipil terluka dalam serangan udara Rusia di kota Hazzarin.

Korps Pertahanan Sipil Suriah menyatakan bahwa pasukan rezim Assad dan Rusia meningkatkan pengeboman udara dan darat di provinsi Idlib. Kelompok penyelamat itu mengatakan bahwa mereka menghitung setidaknya terjadi 50 serangan udara, 255 tembakan artileri dan roket yang menghantam sekitar 26 kota dan desa di provinsi Idlib.

Operasi pengeboman yang masih berlangsung di ‘zona de-eskalasi’ di Suriah barat laut telah memaksa ratusan ribu orang mengungsi ke perbatasan Suriah-Turki, yang sebagian besar dari mereka hidup dalam kondisi sangat buruk.* (Syrian National Coalition’s Media Department | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« ‘Hari Genosida’: Ribuan Pengungsi Rohingya Berunjuk Rasa di Kamp-kamp Bangladesh
Mahasiswa Harvard Ini Dideportasi Karena Temannya ‘Kritik’ Amerika Serikat di Medsos »