‘Serangan Mematikan di Maaret Al-Numan Adalah Tanggung Jawab PBB dan Pelaku Utama’

30 August 2019, 11:42.
Foto: Syrian National Coalition’s Media Department

Foto: Syrian National Coalition’s Media Department

DOHA, Jum’at (Syrian National Coalition’s Media Department): Koalisi Nasional Suriah mengecam serangan brutal tanpa henti yang dilakukan rezim Assad dan sekutu-sekutunya di pedesaan utara Hama dan sejumlah bagian provinsi Idlib selama berbulan-bulan.

Dalam keterangan pers yang dikeluarkan pada Rabu (28/8), Koalisi menekankan perlunya dunia mengakhiri bencana yang ditimbulkan rezim Assad dan sekutu-sekutunya terhadap rakyat Suriah.

Keterangan pers itu dirilis sebagai tanggapan atas serangan mematikan yang diluncurkan rezim Assad dan pasukan Rusia di kota Maaret al-Numan di pedesaan Idlib, Rabu malam.

“Kami tegaskan sekali lagi bahwa operasi militer oleh rezim Assad, Rusia dan Iran merupakan kejahatan perang yang terang-terangan karena mereka terutama menargetkan daerah pemukiman dan warga sipil,” ungkap Koalisi.

Koalisi menegaskan kembali bahwa PBB dan komunitas internasional, terutama kelompok pelaku utama, mampu serta memiliki kewajiban untuk segera mengakhiri serangan dan kejahatan ini.

Lebih lanjut Koalisi menyatakan bahwa sikap tidak bertanggung jawab negara-negara di penjuru dunia semakin memperumit situasi. “Para pelaku memiliki tanggung jawab  ganda untuk segera campur tangan menghentikan pembantaian yang sedang berlangsung serta mulai bertindak untuk memastikan kemerdekaan rakyat Suriah, dan perlindungan bagi warga sipil Suriah.”

Serangan udara mematikan menewaskan sekitar 13 warga sipil, termasuk enam anak-anak dan dua wanita, serta melukai 34 lainnya, termasuk enam anak-anak dan 10 wanita. Pesawat tempur rezim Assad dan Rusia menembakkan 12 bom di kota Maaret al-Numan, ujar aktivis setempat.* (Syrian National Coalition’s Media Department | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Amnesty: Lebanon Deportasi Hampir 2.500 Muhajirin Suriah dalam 3 Bulan
Serangan Udara Rusia Luluh Lantakkan Rumah Sakit Khusus Wanita dan Anak di Idlib »