SNHR: 98.000 Orang Dihilangkan Paksa di Suriah Sejak Maret 2011

2 September 2019, 20:18.
Foto: Syrian National Coalition’s Media Department

Foto: Syrian National Coalition’s Media Department

DOHA, Senin (Syrian National Coalition’s Media Department): Syrian Network for Human Rights (SNHR) menyatakan, rezim Assad menggunakan penghilangan paksa sebagai senjata perang strategis. Lembaga itu mencatat, sekitar 98.000 orang telah dihilangkan paksa di Suriah sejak dimulainya revolusi pada Maret 2011.

Dalam laporan yang dirilis pada hari Jum’at, SNHR menyatakan sekitar 144.899 orang masih ditahan dan dihilangkan secara paksa di Suriah.

Menurut laporan itu, rezim Assad menahan 128.417 orang, termasuk 3.507 anak-anak dan 7.852 wanita, sedangkan kelompok militan garis keras menahan 10.721 orang, termasuk 349 anak-anak dan 461 wanita. Dari jumlah tersebut, sekitar 8.715, termasuk 326 anak-anak dan 402 wanita ditahan oleh kelompok ekstremis ISIS. Sedangkan Hay’at Tahrir al-Sham menahan 2.006 orang, termasuk 23 anak-anak dan 59 wanita.

Kelompok pemantau itu menunjukkan bahwa milisi PYD telah menahan 2.907 orang sejak Maret 2011, termasuk 631 anak-anak dan 172 wanita.

Menurut laporan tersebut, rezim Assad mengungkap nasib sekitar 931 tawanan dari sekitar 83.000 orang yang telah ditahan sejak Maret 2011. Rezim mengeluarkan pemberitahuan kematian untuk 931 tawanan yang telah meninggal dunia – sembilan orang di antara mereka adalah anak-anak – namun menolak untuk menyerahkan jenazah-jenazah itu ke keluarga mereka.

Sekitar 65 persen dari penangkapan telah berubah menjadi penghilangan paksa karena keluarga mereka tidak mengetahui keberadaan atau nasib mereka. Cabang-cabang keamanan rezim Assad menyangkal mereka melakukan penangkapan tersebut, sementara banyak keluarga yang tidak berani bertanya kepada aparat keamanan rezim Assad tentang nasib orang-orang yang mereka cintai karena takut akan pembalasan dendam rezim.

SNHR mencatat bahwa pada awal 2018, rezim Assad mulai mengeluarkan pemberitahuan kematian untuk para tawanan yang meninggal dunia tanpa mengungkap informasi apa pun tentang bagaimana tawanan itu tewas kecuali tanggal dan waktu kematian.

Laporan itu menekankan bahwa rezim Assad bertanggung jawab atas sebagian besar kasus penghilangan paksa itu.

SNHR meminta Dewan Keamanan PBB mengadakan sidang darurat untuk membahas masalah serius ini karena nyawa sekitar 98.000 orang berada dalam bahaya. SNHR juga menegaskan bahwa masalah itu meneror seluruh masyarakat Suriah.

Sementara itu, Amnesty International menyerukan aksi internasional bersatu untuk mendukung keluarga-keluarga korban yang dihilangkan paksa di penjara-penjara rezim Assad serta mengatasi konsekuensi dari hilangnya mereka.* (Syrian National Coalition’s Media Department | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Andil Bisnis Muhajirin Suriah pada Pendapatan Turki
Langgar Gencatan Senjata, Rezim Assad Terus Bombardir Idlib »