Terkait Repatriasi, Myanmar Tak Sepenuh Hati Ingin Pengungsi Rohingya Kembali

3 September 2019, 10:48.
Warga Rohingya mengungsi ke Bangladesh pada 2017. Foto: Hannah McKay/Reuters

Warga Rohingya mengungsi ke Bangladesh pada 2017. Foto: Hannah McKay/Reuters

DHAKA, Selasa (The Daily Star): Myanmar –yang melakukan genosida terhadap etnis Rohingya– hampir tak berbuat apa-apa untuk menciptakan kondisi yang membuat para pengungsi Rohingya berkenan kembali. Myanmar pun tidak segera berusaha mengadili orang-orang yang bertanggung jawab atas percobaan genosida tersebut, kata para analis.

Mizanur Rahman, profesor hukum dari Universitas Dhaka, mengatakan bahwa mengadili pelaku dan otak dari genosida itu penting, namun memastikan kembalinya para pengungsi Rohingya jauh lebih penting.

Bangladesh saat ini menjadi pelarian bagi 1,1 juta warga Rohingya yang menyelamatkan diri dari kebrutalan aksi militer Myanmar di Rakhine (Arakan) pada 25 Agustus 2017.

Warga Rohingya meminta jaminan kewarganegaraan, keamanan di semua wilayah Rakhine, kebebasan berusaha, pengakuan atas etnis mereka, dan juga dikembalikannya lagi rumah mereka (bukan hanya berupa kamp pemukiman), sebagai syarat kepulangan mereka dari tempat pengungsian.

Akan tetapi, Myanmar tidak menunjukkan komitmen untuk memenuhi permintaan tersebut. Alhasil, dua kali penawaran repatriasi dari Myanmar (pertama pada November 2018 dan terakhir pada 22 Agustus 2019) tidak digubris oleh para pengungsi Rohingya.

Bangladesh sampai sekarang ini masih belum bisa lepas dari bantuan China, India, Jepang, dan juga negara-negara ASEAN. Akibatnya, upaya repatriasi selalu berjalan lambat, kata para ahli hukum dan hubungan internasional. Ditambah dengan adanya pengaruh China dan India, Bangladesh akhirnya bersikap lembek dan tidak tegas khususnya kepada Myanmar dalam menangani masalah ini.* (The Daily Star | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Langgar Gencatan Senjata, Rezim Assad Terus Bombardir Idlib
Kenapa Warga Rohingya Belum Juga Dapat Hak Kewarganegaraan? »