Tengah Malam, Putra Muhammad Mursi Dikuburkan di Samping Makam Ayahnya

7 September 2019, 11:15.
Abdullah Mursi, kanan, meninggal dunia karena serangan jantung 80 hari setelah kematian ayah tercintanya mantan Presiden Mesir Muhammad Mursi (kiri). Foto: AFP

Abdullah Mursi, kanan, meninggal dunia karena serangan jantung 80 hari setelah kematian ayah tercintanya mantan Presiden Mesir Muhammad Mursi (kiri). Foto: AFP

LONDON, Sabtu (Middle East Eye): Abdullah Mursi, putra bungsu mantan Presiden Mesir Muhammad Mursi (rahimahullah), dikuburkan di samping makam ayahnya di Kairo pada pukul 02.00 malam, ungkap abangnya Ahmed Mursi.

Abdullah Mursi (25) meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Giza, selatan ibukota Mesir, pada hari Rabu (4/9) setelah mengalami serangan jantung.

Menurut pengacara keluarga, Abdelmonem Abdelmaksoud, putra bungsu Mursi itu mengalami serangan jantung saat mengemudikan mobilnya dengan seorang teman. Sang teman mampu menghentikan mobil dan pergi ke rumah sakit al-Waha, tetapi upaya dokter untuk menyadarkannya tidak berhasil, kata Abdelmaksoud.

Abdullah Mursi muncul sebagai juru bicara keluarga setelah ayahnya meninggal dunia di pengadilan Mesir pada 17 Juni. Ia menuduh para pejabat keamanan Mesir berada di balik kematian ayahnya.

Teman-temannya membagikan foto penguburan Abdullah yang dilakukan dengan kepungan penjaga keamanan di sekitar keluarga yang sedang berduka.

Putra Mursi Dimakamkan di Samping Ayahnya (7 September 2019) - 2

Terjemahan: “Nama Mursi membuat mereka takut. Beginilah takutnya mereka terhadap jenazah putra bungsu Mursi yang berusia 25 tahun. Mereka menguburnya dalam kegelapan malam, di tengah penjagaan ketat. Istirahatlah dengan tenang, Abdullah. Allah akan memberimu keadilan.”

Beberapa hari setelah ayahnya wafat, Abdullah menuduh sejumlah tokoh, termasuk Menteri Dalam Negeri saat ini Mahmoud Tawfiq, pendahulunya Majdi Abdel Ghaffar, serta Mohamed Shereen Fahmy, hakim yang mengawal persidangan mantan presiden Mesir itu, sebagai “kaki tangan” dalam “pembunuhan terhadap asy-syahid, Presiden Mursi”.

Muhammad Mursi, anggota Ikhwanul Muslimin, terpilih dalam pemilihan presiden pertama Mesir pada 2012, setelah pemberontakan rakyat menggulingkan pemimpin otoriter Husni Mubarak.

Abdullah Mursi dikuburkan di pemakaman yang sama dengan ayahnya di Kota Nasr di timur Kairo pada pukul 02.00 malam pada hari Rabu, di tengah penjagaan ketat seperti yang diberlakukan ketika Muhammad Mursi dikuburkan.

Menurut Abdelmaksoud, keluarga Abdullah –termasuk ibundanya Najlaa Mursi, tiga abang, kakak perempuan dan para paman– serta beberapa teman menghadiri upacara pemakaman. Abang Abdullah yang dipenjara, Osama, diizinkan meninggalkan penjara untuk menghadiri pemakaman, kata pengacara keluarga.

Para aktivis Mesir dari seluruh spektrum politik berduka atas kematian Abdullah Mursi. Beberapa dari mereka membandingkan nasib keluarga Mursi dengan Husni Mubarak.

Putra Mursi Dimakamkan di Samping Ayahnya (7 September 2019) - 3

Mereka menuding pemerintah Presiden Abdel Fattah al-Sisi saat ini menghukum anak-anak Mursi karena vokal menentang penahanan ayah mereka.

Putra Mursi Dimakamkan di Samping Ayahnya (7 September 2019) - 4

Terjemahan: “Sebuah kisah pendek yang menyedihkan dan menghancurkan hati: Abdullah Muhammad Mursi diberhentikan dari universitasnya setelah (militer) menggulingkan ayahnya, yang wafat dua setengah bulan lalu dalam tahanan. Abdullah sendiri ditahan selama satu tahun atas tuduhan palsu penyalahgunaan narkoba. Hari ini dia meninggal dunia karena serangan jantung, menyusul ayahnya, dan tanpa mengucapkan selamat tinggal kepada abangnya yang dipenjara dan dilarang dikunjungi keluarga.”

Abang tertua Abdullah, Osama, yang menghadapi dakwaan mengorganisir demonstrasi, telah dipenjara sejak penangkapannya pada tahun 2016.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia memperkirakan pemerintah Sisi telah memenjarakan sebanyak 60.000 orang sejak kudeta terhadap Mursi pada 2013, yang dipimpin oleh menteri pertahanan saat itu, Abdel Fattah al-Sisi.* (Middle East Eye | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Melawan Saat Rumahnya Dijarah, Nenek Suriah Ini Dieksekusi Tentara Assad
PBB: 4 Bulan, Serangan Rezim Suriah Bunuh 1.000+ Warga Sipil di Idlib »