Pasukan Rezim Suriah dan Sekutunya Tebang Ribuan Pohon Buah di Hama dan Idlib

10 September 2019, 21:54.
Foto: Syrian National Coalition’s Media Department

Foto: Syrian National Coalition’s Media Department

DOHA, Selasa (Syrian National Coalition’s Media Department): Komisi Pengacara Suriah mengirimkan memorandum kepada PBB terkait dengan kejahatan perang yang dilakukan pasukan rezim Assad, Rusia, dan Iran di ‘zona de-eskalasi’ di Suriah barat laut. Memorandum itu menekankan bahwa ketiganya terlibat dalam kejahatan perang terhadap lingkungan, alam, dan ekonomi di provinsi Hama dan Idlib.

Komisi menyatakan bahwa Rusia, rezim Assad dan pasukan Iran menebang ribuan pohon buah-buahan di daerah-daerah yang telah mereka rebut di daerah pedesaan provinsi Hama dan Idlib dalam beberapa pekan terakhir.

Memorandum itu menunjukkan bahwa rezim Assad dan sekutu-sekutunya melakukan “kejahatan perang” dengan menebang ribuan pohon zaitun dan pistachio setelah mereka merebut kota Kafarzeita dan Latamina. Memorandum itu menyerukan intervensi segera untuk memaksa pasukan Rusia menghormati konvensi dan norma internasional; memaksa pasukan rezim untuk menghentikan penebangan pohon-pohon yang berbuah; dan menuntut pertanggungjawaban para pelaku.

Komisi menyatakan bahwa pasukan rezim menebang pohon-pohon zaitun dan pistachio yang merupakan sumber pendapatan penting bagi masyarakat di pedesaan Hama dan Idlib. Komisi memperingatkan bahwa sekitar dua juta pohon yang masing-masing pohon berusia 75 tahun berisiko terancam punah.

Memorandum juga menunjukkan bahwa gerilyawan pro-rezim menjarah sekitar 880 peralatan akuifer artesis (sebuah akuifer terbatas berisi air tanah yang akan mengalir ke atas melalui sebuah sumur tanpa perlu dipompa) di wilayah tersebut, yang merupakan kejahatan terhadap alam dan kejahatan perang berdasarkan Statuta Roma dan Konvesi Jenewa.

Komisi lebih lanjut menyatakan, selain pembunuhan massal dan pengungsian warga sipil, Rusia juga harus bertanggung jawab karena mengizinkan milisi rezim Assad melakukan kejahatan baru yang menambah rentetan kejahatan tanpa akhir yang berisiko menimbulkan bencana kemanusiaan, ekonomi dan alam.* (Syrian National Coalition’s Media Department | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« KVN: Pemegangnya Dilecehkan, Pemohonnya Tak Dianggap, Penolaknya Disiksa
Koalisi Suriah Dokumentasikan Kesaksian Korban Selamat, Keluarga Tawanan dan Orang Hilang »