Koalisi Suriah Dokumentasikan Kesaksian Korban Selamat, Keluarga Tawanan dan Orang Hilang

10 September 2019, 23:40.
Foto: Syrian National Coalition’s Media Department

Foto: Syrian National Coalition’s Media Department

DOHA, Selasa (Syrian National Coalition’s Media Department): Koordinator Komisi Nasional Suriah untuk Tawanan dan Orang Hilang, Yasser Al-Farhan, menyatakan rezim Assad “hidup dari darah rakyat Suriah.” Komisi telah mendokumentasikan kesaksian para eks-tawanan di penjara rezim. Ia mengatakan bahwa kesaksian-kesaksian itu mengungkap skala kekejaman dan pelanggaran konvensi, serta norma internasional.

Al-Farhan, yang juga anggota komite politik Koalisi Nasional Suriah, mengatakan bahwa Komisi baru-baru ini mendengarkan kesaksian para eks-tawanan yang ditahan atau diculik oleh badan pertahanan nasional rezim dan milisi pro-Assad, Shabiha. Komisi juga mewawancarai keluarga para tawanan dan orang hilang, serta mendokumentasikan kesaksian mereka sesuai dengan standar internasional.

Al-Farhan menunjukkan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Komisi untuk mendokumentasikan pelanggaran rezim terhadap para tawanan. Komisi juga telah mengumpulkan bukti dan mendukung kasus-kasus yang sedang ditinjau oleh Mekanisme Internasional, Imparsial dan Independen (IIIM) serta lembaga internasional lainnya. Ia menggarisbawahi pentingnya pertanggungjawaban atas kejahatan perang dan dampaknya terhadap masa depan Suriah.

Selain itu, Al-Farhan menegaskan bahwa kesaksian para korban selamat “mengejutkan dan mengerikan”. Ia menambahkan, aparat rezim Assad melakukan kejahatan perang yang luas terhadap para tawanan, seperti penyiksaan, kekerasan seksual, dan eksekusi.

Rezim Assad secara ekstensif menggunakan penahanan dan penculikan sebagai bagian dari strateginya untuk menekan revolusi rakyat Suriah. Strategi ini bertujuan untuk menimbulkan ketakutan dan teror di kalangan warga sipil.

Al-Farhan menambahkan bahwa penangkapan dan penculikan masih berlangsung. Ia menjelaskan, rezim Assad menolak untuk mengungkap nasib, nama dan keberadaan para tawanan dalam tahanannya. Pun, menolak untuk mengimplementasikan resolusi internasional dan ketentuan kemanusiaan yang terkait dengan pembebasan tawanan.

“Rezim Assad memeras keluarga para tawanan dengan menuntut sejumlah besar uang sebagai imbalan atas informasi mengenai orang yang mereka cintai. Uang tersebut telah menjadi penghasilan utama bagi rezim dan pasukan keamanannya yang represif.”* (Syrian National Coalition’s Media Department | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Pasukan Rezim Suriah dan Sekutunya Tebang Ribuan Pohon Buah di Hama dan Idlib
Arab Saudi Sekap Pemimpin Senior Hamas dan 60 Warga Palestina »