Arab Saudi Sekap Pemimpin Senior Hamas dan 60 Warga Palestina

11 September 2019, 21:50.
Sumber: Quds News Network

Sumber: Quds News Network

GAZA, Rabu (Quds News Network): Hamas menyatakan bahwa “salah seorang pemimpin seniornya” dan sang putra berada dalam tahanan Arab Saudi sejak April lalu.

Dalam sebuah pernyataan tertulis, gerakan perlawanan Islam itu mengungkapkan dinas keamanan Saudi menangkap Mohammad Al-Khoudary, yang telah tinggal di Arab Saudi selama tiga dekade, bersama dengan putranya, dan menilai penangkapan itu sebagai “tindakan aneh dan tercela”.

Pria berusia 81 tahun itu bertanggung jawab mengelola hubungan dengan Arab Saudi selama dua dekade dan merupakan pemimpin senior Hamas. “Arab Saudi menangkap Al-Khoudary, meskipun usianya 81 tahun dan menderita penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Penangkapan itu tidak dapat dibenarkan,” jelas Hamas.

Penahanan Al-Khoudary dan putranya “merupakan bagian dari operasi militer terhadap banyak warga Palestina yang tinggal di Arab Saudi,” ungkap Hamas.

Hamas menyatakan pihaknya “tetap diam selama lima bulan”, namun sejauh ini tidak membuahkan hasil. Hal itulah yang mendorong Hamas merilis pernyataan terkait hal tersebut.

“Hamas merasa wajib mengumumkan ini, menyerukan pemerintah Arab Saudi, untuk membebaskan Al-Khoudary dan putranya, serta seluruh tawanan Palestina.”

Pada hari Jum’at, Euro-Mediterranean Monitor for Human Rights, sebuah kelompok yang bermarkas di Jenewa, juga menyatakan bahwa otoritas Arab Saudi menahan sekitar 60 warga Palestina di penjara-penjaranya.

Dalam sebuah pernyataan tertulis, kelompok pemantau HAM itu meminta Raja Saudi Salman bin Abdul Aziz mengungkap nasib puluhan warga Palestina, yang menjadi korban penghilangan paksa dan membebaskan yang lainnya, yang ditahan tanpa dakwaan.

Organisasi itu juga meminta Raja Saudi untuk membahas metode brutal yang digunakan oleh pasukan keamanan Saudi terhadap mereka yang dihilangkan secara paksa, dan menjadi sasaran bentuk perlakuan kejam lainnya. Euro-Med mendesak komunitas internasional dan sekutu Arab Saudi di Barat untuk menekan para pengambil keputusan Saudi agar membebaskan warga negara Saudi dan warga asing dari penangkapan rahasia dan mengakhiri pelanggaran HAM di negara itu.

Euro-Med menambahkan, mereka “mendokumentasikan kesaksian dari 11 keluarga Palestina yang anak-anaknya telah ditangkap atau dihilangkan paksa dalam beberapa bulan terakhir selama mereka tinggal atau berkunjung ke Arab Saudi, termasuk pelajar, penduduk, akademisi dan pengusaha.”

“Orang-orang itu diisolasi dari dunia luar tanpa dakwaan khusus terhadap mereka. Mereka tidak dibawa ke hadapan kejaksaan, tidak diizinkan berkomunikasi dengan kerabat atau pengacara mereka.”

“Operasi militer yang menangkap warga Palestina di Arab Saudi itu hanyalah satu dari serangkaian panjang pelanggaran HAM di negara itu,” kata Selin Yasar, staf media dan komunikasi Euro-Med.

Euro-Med mengatakan, mereka memantau penahanan orang-orang kelahiran Palestina dengan kebangsaan Arab saat melaksanakan ibadah haji tahun ini. Banyak keluarga menyatakan mereka diancam untuk tetap diam dan mereka dilarang meninggalkan Arab Saudi karena khawatir mengungkap keberadaan anggota keluarga mereka yang ditangkap.* (Quds News Network | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Koalisi Suriah Dokumentasikan Kesaksian Korban Selamat, Keluarga Tawanan dan Orang Hilang
Kembalinya Rohingya ke Myanmar Tergantung Pertanggungjawaban Para Pelaku Genosida »