PBB: Dua Juta Anak di Yaman Putus Sekolah Karena Perang

27 September 2019, 22:44.
Seorang bocah lelaki mengambil air dari sumur di sebuah kamp pengungsi internal di Khamis, provinsi Hudaida, Yaman, pada 31 Agustus 2019. Foto: Reuters

Seorang bocah lelaki mengambil air dari sumur di sebuah kamp pengungsi internal di Khamis, provinsi Hudaida, Yaman, pada 31 Agustus 2019. Foto: Reuters

ANKARA, Jum’at (TRT World): Dua juta anak di Yaman tidak bersekolah, seperempat di antaranya putus sekolah sejak konflik meningkat pada Maret 2015. Hal itu diungkapkan badan anak-anak PBB pada hari Rabu (25/9).

Pendidikan lebih dari 3,7 juta anak terancam karena gaji guru belum dibayarkan selama lebih dari dua tahun, kata UNICEF dalam sebuah pernyataan tertulis.

“Kekerasan, pengungsian dan serangan terhadap sekolah-sekolah menghalangi banyak anak dari mengakses sekolah,” kata Sara Beysolow Nyanti, perwakilan UNICEF di Yaman.

Satu dari lima sekolah di negara itu tidak dapat lagi digunakan akibat konflik yang telah menghancurkan sistem pendidikan Yaman yang sudah rapuh, kata badan PBB itu.

“Anak-anak yang tidak bersekolah berisiko menghadapi semua bentuk eksploitasi, termasuk dipaksa untuk ikut bertempur, menjadi pekerja anak, dan melakukan pernikahan dini,” kata Nyanti.

“Mereka kehilangan kesempatan untuk berkembang dan tumbuh di lingkungan yang penuh kepedulian dan stimulasi, yang pada akhirnya menjadi terjebak dalam kemiskinan dan kesulitan.”

Krisis kemanusian terburuk di dunia

Puluhan ribu orang, sebagian besar warga sipil, telah tewas sejak Arab Saudi dan sekutunya melakukan intervensi pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah yang terkepung setelah pemberontak Syiah Houthi yang bersekutu dengan Iran merebut ibukota Sanaa.

Pertempuran telah membuat jutaan orang mengungsi dan membuat 24,1 juta –lebih dari dua pertiga populasi– membutuhkan bantuan.

Menurut UNICEF, 1,8 juta anak di bawah usia lima tahun menderita gizi buruk.

PBB menyatakan Yaman mengalami krisis kemanusiaan terburuk di dunia.* (TRT World | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Tiga Negara yang Berkepentingan atas Repatriasi Rohingya Tak Gubris Permintaan Pengungsi
Malaysia Kecam Aung San Suu Kyi Terkait Krisis Rohingya »