Mahathir: ‘Yang Terjadi di Rakhine Adalah Genosida’

29 September 2019, 20:48.
Foto: Reuters via Rohingya Vision

Foto: Reuters via Rohingya Vision

NEW YORK, Ahad (Rohingya Vision): Perdana Menteri Malaysia Dr Mahathir Mohamad mendesak komunitas internasional untuk segera memecahkan permasalahan yang dialami etnis Rohingya. “Mari kita awali dengan menyebut sekop sebagai sekop. Apa yang terjadi di negara bagian Rakhine adalah sebuah genosida,” tegasnya di sela-sela Sidang ke-74 Majelis Umum PBB pada Selasa (24/9).

Ia melanjutkan, “Apa yang terjadi adalah pembunuhan massal, pemerkosaan yang sistematis, dan pelanggaran berat atas nilai kemanusiaan lainnya.”

Menurut Mahathir, semakin lama warga Rohingya tinggal di pengungsian, akan semakin memprihatinkan nasib mereka kelak. Karena, dengan kondisi sekarang ini para pengungsi rentan menjadi korban kejahatan lintas perbatasan, seperti perdagangan manusia dan perbudakan seks. Dengan kata lain, mereka hanya bisa melihat masa depan yang suram.

Di saat yang sama, warga Rohingya yang masih berada di Myanmar menjadi pengungsi internal yang menderita di kamp-kamp di Rakhine. Sedangkan Myanmar melarang akses masuk bagi perwakilan PBB dan juga para petugas kemanusiaan.

“Jika Myanmar tidak menyembunyikan sesuatu, kenapa harus menghalangi yang lain untuk bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di Rakhine? Biarkan para petugas dan relawan kemanusiaan datang, melihat kondisi, lalu membantu mereka yang hidup di kamp-kamp itu,” jelas Mahathir.

Menurutnya, repatriasi semestinya menjadi fokus utama Myanmar jika memang mereka serius untuk mengatasi krisis Rohingya. Terkait dua kali upaya repatriasi sebelumnya yang gagal, ia berkomentar, “Alasannya sangat jelas. Tidak ada orang yang ingin kembali, jika merasa keselamatan mereka tidak terjamin.”

Bagi Mahathir, hanya satu cara untuk bisa meyakinkan mereka, yakni pemberian hak kewarganegaraan. “Akan tetapi, pemerintah Myanmar selama ini telah memanipulasi isu Rohingya sehingga menimbulkan ketakutan, kebencian, dan kekerasan. Oleh karena itu, untuk sekadar memberikan hak kewarganegaraan pun menjadi hal yang tidak bisa diterima.”

Dalam pertemuan yang dihadiri pula oleh Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina Wazed, Mahathir memuji Bangladesh karena telah menampung 1,2 juta warga Rohingya.

Ia juga menyatakan bahwa Malaysia ikut serta membantu para pengungsi Rohingya, di antaranya dengan menjalankan rumah sakit lapangan di Cox’s Bazar serta menampung hampir 100.000 pengungsi Rohingya yang sudah terdaftar dan masih ditambah dengan yang belum terdaftar.

“Meskipun jumlah ini sangatlah kecil dibanding pengungsi yang berada di Bangladesh, berbagai sumber daya telah disediakan untuk membantu mereka hidup secara layak sementara mereka menunggu relokasi ke negara ketiga.” Mahathir berjanji, “Kami akan terus membantu Rohingya sesuai kemampuan dan kapasitas kami.”

Mahathir juga mengatakan, sudah jelas pemerintah Myanmar tidak berniat untuk menyelesaikan masalah Rohingya. “Dengan demikian, itu adalah tanggung jawab kita, komunitas internasional, untuk berbuat sesuatu atas permasalahan ini.”

“Kami berharap negara-negara lain juga akan mengikuti kami dan Bangladesh, berupaya mengakhiri penderitaan yang menimpa warga Rohingya. Kita harus menyelesaikan masalah ini, dan kita harus mulai dari sekarang,” tegas Mahathir.

Mahathir menyatakan, PBB seharusnya menjalankan perannya dalam mencegah kesengsaraan yang disebabkan manusia di masa yang akan datang, namun PBB justru bungkam (terkait masalah Rohingya).

Mengingat minimnya tindakan dari Dewan Keamanan PBB, Mahathir mengapresiasi Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang telah membawa krisis Rohingya ini ke forum internasional, termasuk mengajukannya ke Mahkamah Internasional.

“Kami berharap, negara-negara lain ikut mendukung OKI untuk menjamin para pelaku (di balik krisis Rohingya ini) tidak lolos dari hukuman atas kejahatan kejam yang telah dilakukan,” ujarnya.* (Rohingya Vision | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Zionis Bunuh 1 Warga Gaza dan Lukai 63 Lainnya Saat ‘Great Return March’
‘Israel’ Culik Pejuang Hamas »