Intervensi Militer Rusia Tingkatkan Kejahatan dan Sulut Konflik di Suriah

2 October 2019, 12:44.
Sumber: Syrian National Coalition’s Media Department

Sumber: Syrian National Coalition’s Media Department

DOHA, Rabu (Syrian National Coalition’s Media Department): Koalisi Nasional Suriah menyatakan, agresi Rusia terhadap Suriah memperburuk situasi di Suriah dan meningkatkan skala kejahatan terhadap warga sipil.

Dalam siaran pers yang menandai peringatan empat tahun intervensi militer langsung Rusia di Suriah, Koalisi mengatakan bahwa pilihan Rusia yang mendukung rezim Assad dan dalam menghadapi aspirasi serta hak-hak rakyat Suriah telah menjadi pilihan yang jelas sejak awal revolusi Suriah.

“Sikap politik Rusia dan intervensi militer langsungnya tidak hanya merupakan bentuk dukungan terhadap rezim, tetapi elemen utama dalam meningkatkan situasi di lapangan karena menyebabkan tingkat eskalasi, kriminalitas, dan pengungsian yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ungkap Koalisi.

Koalisi mengutip laporan oleh kelompok HAM yang memerinci angka-angka hasil intervensi Rusia sejak hari pertama. Menurut laporan itu, pendudukan Rusia bertanggung jawab atas penghancuran sekitar 201 sekolah, 190 pusat pelayanan kesehatan, dan penargetan 56 pasar. Serangan-serangan ini merenggut nyawa sekitar 6.686 orang, termasuk 1.928 anak-anak dan 808 wanita, serta mengakibatkan 3,3 juta orang mengungsi dari rumah mereka. Angka sebenarnya bisa jauh lebih tinggi.

“Agresi Rusia bertanggung jawab, baik langsung maupun tidak langsung, atas kejahatan Assad karena Rusia telah berusaha menutupi kejahatan tersebut; menopang rezim, dan memberikan dukungan politik, diplomatik dan militer. Selain itu, Rusia menggunakan veto 13 kali untuk melindungi rezim dan mencegah tindakan internasional apa pun terhadapnya.”

Koalisi menegaskan kembali bahwa masyarakat internasional bertanggung jawab dan berkewajiban menemukan mekanisme yang tepat untuk mengakhiri peran Rusia dan Iran yang subversif di kawasan itu, termasuk bergerak lebih efektif dan menggunakan alat yang lebih berpengaruh dalam menghadapi para penyerang.

“Kami menegaskan bahwa setiap upaya serius untuk mengakhiri bencana yang sedang berlangsung harus dimulai dengan menerapkan resolusi mengikat yang memastikan dan mengakhiri pertumpahan darah, serta membuka pintu solusi politik berdasarkan resolusi 2254 Dewan Keamanan PBB, termasuk implementasi penuh Komunike Jenewa 2012.* (Syrian National Coalition’s Media Department | Sahabat Al-Aqsa)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« SNHR: Selama 4 Tahun, Pasukan Rusia Bunuh Ribuan dan Sebabkan Jutaan Orang di Suriah Tinggalkan Tanah Air
PM Bangladesh Usulkan 4 Hal untuk Akhiri Krisis Rohingya »