PM Bangladesh Usulkan 4 Hal untuk Akhiri Krisis Rohingya

2 October 2019, 20:46.
Sumber: Rohingya Vision

Sumber: Rohingya Vision

NEW YORK, Rabu (Rohingya Vision): Perdana Menteri (PM) Bangladesh Sheik Hasina mengusulkan empat hal untuk mengakhiri krisis Rohingya di Sidang Majelis Umum PBB ke-74 pekan lalu di New York.

Ia meminta masyarakat internasional memahami situasi yang semakin meluas, tidak hanya di dalam kamp. “Meski kami berusaha menahannya, krisis ini sudah menjadi ancaman regional. Selain itu, semakin sesaknya (kamp) dan kerusakan lingkungan menjadi ancaman kesehatan serta keamanan di daerah tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut ia juga mengatakan, Bangladesh sedang menanggung beban dari krisis yang dibuat Myanmar. Menurutnya, itu adalah masalah yang sebenarnya hanya melibatkan pemerintah Myanmar dengan rakyatnya sendiri, yakni warga Rohingya. Semestinya mereka pula yang harus menyelesaikannya.

“Kepulangan warga Rohingya secara sukarela ke rumah mereka di negara bagian Arakan dalam keadaan aman, selamat, dan secara terhormat adalah satu-satunya solusi dari krisis ini. Kami akan terus menjalin komunikasi dengan Myanmar untuk membuat repatriasi warga Rohingya menjadi kenyataan,” kata sang perdana menteri.

Sebelumnya, di Sidang Majelis Umum PBB ke-72 pada tahun 2017, PM Sheik Hasina mengusulkan lima hal untuk mengatasi krisis ini. Termasuk di dalamnya implementasi penuh rekomendasi Komisi Kofi Annan, dan juga pembangunan zona aman yang terawasi untuk warga sipil di Arakan.

Sedangkan di Sidang Majelis Umum PBB ke-74, Sheik Hasina mengusulkan empat hal:

– Myanmar harus menunjukkan keinginan politis yang jelas dan diikuti dengan aksi nyata untuk memulangkan dan mengintegrasikan kembali masyarakat Rohingya ke Myanmar.

– Myanmar harus membangun kepercayaan di kalangan etnis Rohingya, dengan cara menghapus hukum dan praktik diskriminatif, serta mengizinkan perwakilan Rohingya untuk melihat langsung kondisi Arakan Utara.

– Myanmar harus menjamin keamanan dan keselamatan warga Rohingya dengan mengerahkan pemantau sipil dari komunitas internasional ke negara bagian Arakan.

– Komunitas internasional harus menjamin bahwa akar penyebab masalah Rohingya ditangani dan pelanggaran HAM, serta semua kekejaman yang dilakukan terhadap warga Rohingya akan dipertanggungjawabkan.

Sheik Hasina juga mengatakan, “Bangladesh masih terus menampung 1,1 juta warga Rohingya yang terpaksa lari dari Myanmar akibat kekejaman yang menimpa mereka.”

“Krisis itu kini memasuki tahun ketiga. Meski begitu, tak ada satu pun warga Rohingya yang bersedia kembali ke Myanmar. Karena, tidak adanya keamanan dan keselamatan, kebebasan bergerak, serta situasi kondusif secara keseluruhan di negara bagian Rakhine, Myanmar,” tambah perdana menteri.

Selain PM Bangladesh, PM Malaysia Tun Dr. Mahathir Mohamad, PM Pakistan Imran Khan, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga menyuarakan keprihatinan atas krisis Rohingya dan menuntut pertanggungjawaban atas kekejaman yang menimpa etnis minoritas itu di Sidang Majelis Umum PBB ke-74.* (Rohingya Vision | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Intervensi Militer Rusia Tingkatkan Kejahatan dan Sulut Konflik di Suriah
Pemukim Ilegal ‘Israel’ Terus Aniaya Anak-Anak Palestina Di Tepi Barat Terjajah »