Begini Cara Tentara ‘Israel’ Siksa Tahanan Palestina

4 October 2019, 11:49.
Foto: Middle East Monitor

Foto: Middle East Monitor

Palestina Terjajah, Jum’at: (Middle East Monitor | Middle East Eye): The Palestinian Society Prisoner’s Association, sebuah lembaga kemanusiaan yang memperjuangkan nasib tahanan Palestina di penjara ‘Israel’, mengumumkan bahwa sejak tahun 1967, ada 73 tahanan Palestina meninggal disiksa tentara Zionis saat interogasi. 

Rabu, 3 Oktober 2019, lembaga tersebut mengungkapkan bahwa tentara Zionis melakukan penyiksaan fisik dan psikologis di luar batas kemanusiaan kepada para tahanan Palestina. Begitu ditangkap, 95% dari tahanan langsung disiksa dan terus berlanjut di tahap interogasi dan di dalam penjara. 

Lembaga ini mengungkap kembali kasus-kasus tewasnya tahanan Palestina di bawah penyiksaan tentara ‘Israel’. Tahun 2013, Arafat Jaradat tewas setelah disiksa selama lima hari di Penjara Megiddo oleh tentara ‘Israel’. Tahun 2014, tentara ‘Israel’ membunuh Yassin Al-Saradih sesaat setelah mereka menangkapnya dengan sewenang-wenang. Tentara ‘Israel’ menyiksa dan menembaknya dalam jarak dekat. Di tahun yang sama pasukan Nahshon (unit khusus di penjara ‘Israel’ yang bertugas menyiksa tahanan) menangkap Aziz Eweisat, memenjarakan dan menyiksanya selama 4 tahun sampai akhirnya Aziz tewas di sebuah Rumah Sakit ‘Israel’ pada tanggal 20 Mei 2018. Bulan September 2018, tentara ‘Israel’ juga menggerebek rumah Mohammed Al-Khateeb (Al-Rimawi), menyiksa dan menahannya dengan sewenang-wenang. Dua jam setelah penangkapannya, tentara ‘Israel’ umukan kematian Al-Khateeb pada keluarganya. Penyiksaan dan pembunuhan itu masih terus dilakukan tentara ‘Israel’ sampai saat ini. Juli 2019 lalu, Nassar Taqatqa tewas dibunuh tentara ‘Israel’ saat penyiksaan di masa interogasi. 

Tentara ‘Israel’ tidak saca menyiksa saat penangkapan dan interogasi, tetapi juga saat di dalam penjara. Metode penyiksaan yang sering digunakan antara lain pengurungan di Sel Isolasi, kondisi penjara yang jauh dari standar kesehatan, dan cara pemindahan tahanan yang disebut dengan “Bosta”. Dalam cara “Bosta”, tahanan duduk diborgol di sebuah kursi besi, baik saat menuju maupun dari, pengadilan atau klinik. 

Ada juga metode lain, yaitu dengan sengaja mengabaikan kebutuhan medis tawanan yang sakit. Ini adalah bentuk kekerasan fisik dan psikologis, yang menyebabkan tahanan tersiksa dan mati perlahan-lahan.   

Metode lain adalah penyiksaan secara kolektif kepada tahanan-tahanan Palestina, yang dilakukan oleh Unit Penindasan di Penjara ‘Israel’. Penyiksaan metode ini biasanya diawali dengan penggerebekan ke sel-sel tahanan. Barang-barang milik tahanan diambil dan dihancurkan. Beberapa tahanan ditelanjangi sambil berdiri di luar penjara yang dingin menggigit. Taktik ini untuk memancing perlawanan dari tahanan. Bila itu terjadi, maka tentara ‘Israel’ akan langsung menghukum dengan serangan gas air mata, setruman, pemukulan, keganasan anjing polisi, atau bahkan tembakan peluru karet pada jarak dekat.* (Middle East Monitor | Middle East Eye | Sahabat Al-Aqsha)  

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Pemukim Ilegal ‘Israel’ Terus Aniaya Anak-Anak Palestina Di Tepi Barat Terjajah
Dukung Usulan PM Bangladesh, Aktivis Rohingya Desak Komunitas Internasional Bertindak »