Aneh. Klaim Aman, Tapi Myanmar Tolak Perwakilan Rohingya Kunjungi Arakan

7 October 2019, 19:38.
Sumber: Rohingya Vision

Sumber: Rohingya Vision

DHAKA, Senin (Rohingya Vision): Myanmar menolak usulan kunjungan perwakilan pengungsi Rohingya –yang kini berada di kamp Bangladesh– ke Arakan agar bisa melihat langsung kondisi di sana.

Direktur Jenderal Departemen Urusan Politik di Kementerian Luar Negeri Myanmar, Aung Ko, mengatakan bahwa pemerintahannya tidak menyetujui usulan China tersebut dan masih menunggu Bangladesh “mengizinkan” para pengungsi Rohingya untuk kembali ke perbatasan, kemudian mereka akan diterima setelah menjalani pemeriksaan perorangan.

“Kami akan tetap berpegang pada perjanjian bilateral untuk menerima pengungsi yang ingin pulang, tetapi setelah mereka diperiksa terlebih dahulu,” tegas Aung Ko. Ia beralasan, “Kami tidak bisa berbuat apa-apa karena pihak sana (Bangladesh) belum mengizinkan para pengungsi untuk pulang. Kami sudah melakukan semua persiapan yang dibutuhkan untuk repatriasi, tetapi ini hanya akan berjalan ketika pihak sana mau bekerja sama,” jelasnya.

Sehari sebelumnya, Menteri Luar Negeri Bangladesh AK Abdul Momen mengatakan kepada para wartawan bahwa Naypyidaw (ibukota Myanmar) tidak menerima saran yang diajukan pada pertemuan trilateral antara Bangladesh-Myanmar-China di New York.

Abdul Momen menyadari belum ada hasil yang terlihat karena belum ada warga Rohingya yang bersedia mengikuti repatriasi. Menurutnya, justru itu menunjukkan Myanmar harus bertanggung jawab mengusahakan lingkungan yang kondusif bagi kepulangan warga Rohingya.

Seorang warga Rohingya yang selamat dari upaya genosida militer Myanmar mengatakan, mustahil bagi mereka untuk kembali lagi ke ladang pembantaian di Arakan. Kecuali, jika tuntutan mereka dikabulkan.

“Burma (Myanmar) selalu berkata kepada dunia bahwa mereka sedang mengusahakan yang terbaik untuk membuat situasi aman bagi warga Rohingya sehingga kami bisa kembali ke rumah kami. Akan tetapi, kenyataannya Myanmar tidak melakukan apa pun yang bisa membuat kami pulang secara sukarela dan selalu menolak usulan lain,” ungkap pengungsi Rohingya yang tidak disebutkan namanya karena alasan keamanan.

Menurut laporan terbaru Misi Pencari Fakta Internasional Independen PBB (UNFFM) di Myanmar, sekitar 600.000 warga Rohingya yang masih tinggal di Arakan terancam mengalami genosida.* (Rohingya Vision | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Toilet untuk 120 Keluarga Rohingya di Kamp Balukhali Tak Berfungsi
Tentara Zionis Kotori Dan Larang Umat Muslim Masuk Masjidil Aqsha »