Telah Lahir “Generasi Zionis” Di Tengah Umat Islam

12 October 2019, 09:56.
Dr. Khalid El-Awaisi, Direktur Eksekutif IslamicJerusalem Research Academy (ISRA). Foto: Sahabat Al-Aqhsa

Dr. Khalid El-Awaisi, Direktur Eksekutif IslamicJerusalem Research Academy (ISRA). Foto: Sahabat Al-Aqsha

ANKARA, Sabtu (Sahabat Al-Aqsha) : Saat ini telah lahir “generasi Zionis” di tengah umat Islam. Mereka lebih Zionis daripada Hertzl, berlagak membela hak-hak Yahudi di Baitul Maqdis namun menegasikan hak-hak umat Islam di dalamnya.

“Generasi ini ada di berbagai lapisan masyarakat, mulai dari kalangan penulis hingga pemimpin dan politisi.”

Hal itu disampaikan oleh Dr Khalid el-Awaisi, Direktur Eksekutif IslamicJerusalem Research Academy (ISRA), di hadapan peserta lokakarya tentang Baitul Maqdis di Universitas Sosial Sains Ankara (ASBU), 10-11/10/2019.

Acara tersebut diikuti 50-an peserta dari berbagai negara, antara lain Turki, Palestina, Iraq, Maroko, Malaysia, dan Indonesia. Mereka adalah para cendekiawan dan peneliti yang selama ini konsen mengkaji problematika Baitul Maqdis.

Lebih lanjut Khalid menjelaskan bahwa generasi semacam itu lahir akibat ilmu dan akal umat Islam yang terjajah. Celakanya, nakbah (bencana) ilmu ini terlambat disadari umat Islam.

“Pada perang 1948, bencana ilmu ini telah merambah ke dimensi politik dan militer. Setelah pasukan Arab yang dipimpin tentara Inggris itu mengalami kekalahan, kita memasuki fase bencana baru, yaitu bencana pengungsian. Bencana itu menjadi pusat perhatian baru kita selama lebih dari 70 tahun,” jelas Khalid.

Penulis buku Mapping Islamicjerusalem: A Rediscovery of Geographical Boundaries ini mengajak umat Islam agar segera sadar diri dan memulai langkah baru guna memperjuangkan kemerdekaan Baitul Maqdis.

“Kita harus belajar dari kesalahan 100 tahun terakhir, dan langkah itu dimulai dengan “revolusi ilmu”. Perkuat elemen ilmu sebagai langkah utama sehingga kita dapat menggambar dan merencanakan masa depan dengan pondasi yang kokoh,” kata peraih gelar doktor dari Universitas Aberdeen, Inggris ini.

“Dengan Ilmu, kita telah berada di tahap penting untuk mengakhiri bencana dan kebodohan yang telah melanda selama bertahun-tahun. Jika kita berhasil mengakhiri bencana akal, maka kita berada di jalur yang benar untuk mengakhiri bencana penjajahan kawasan,” jelasnya.* (Sahabat Al-Aqsha).

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Musim Dingin Garis Depan
Zionis Lukai 22 Anak Gaza di ‘Great Return March’ »