Arakan Army dan Militer Myanmar Sama-sama Ingin Musnahkan Rohingya

21 October 2019, 20:35.
Sumber: Rohingya Vision

Sumber: Rohingya Vision

RATHEDAUNG, Senin (Rohingya Vision): Desa-desa Rohingya yang masih tersisa di kawasan Rathedaung terperangkap dalam pertempuran antara Arakan Army dengan Tatmadaw (militer Myanmar). Arakan Army dan Tatmadaw sama-sama tak menginginkan keberadaan Rohingya di Arakan sehingga sama sekali tak memedulikan warga Rohingya yang menjadi korban.

Akibat pertempuran keduanya, banyak rumah warga Rohingya terkena tembakan dan mengalami kerusakan. Selain itu, warga Rohingya terpaksa lari berlindung dari baku tembak.

Pada 11 Oktober lalu terjadi bentrokan di sekitar desa Sin Khone Tine di mana Arakan Army menjadikan desa sebagai tameng dan warga pun segera menyelamatkan diri sebelum peluru-peluru beterbangan mengenai rumah mereka.

Satu kelompok yang terdiri dari 25 orang –diduga merupakan anggota Arakan Army– menyerang desa yang sama pada 7 Oktober sekitar pukul 13.30 dan menjarah barang berharga, serta merusak rumah-rumah warga.

Sebelumnya, pada 6 Oktober pukul 4.00 pagi, beberapa rumah milik warga Rohingya di desa Sin Khone Tine (Muslim) juga menjadi korban perampokan oleh sekelompok orang bersenjata yang berbicara menggunakan bahasa Rakhine.

Seorang lansia Rohingya bernama Siddique Ahmed (65) ditembak mati oleh militer Myanmar di Buthidaung, Arakan, pada 8 Oktober sekitar pukul 8.30 pagi.

Pada 15 September, baku tembak antara Arakan Army dan militer Myanmar di sekitar desa Thar Beik Taung (warga lokal menyebutnya desa Harawn Khali), Buthidaung bagian selatan, menyebabkan beberapa peluru menembus tubuh Abdul Karim (47) sehingga ia mati di tempat. Lagi-lagi, Rohingya menjadi korban.

Setelah “operasi pembersihan” pada tahun 2017, sekarang hanya tersisa empat desa Rohingya –dari yang awalnya 24 desa– di Rathedaung. Karena Arakan Army dan militer Myanmar sama-sama bertujuan memusnahkan Rohingya, pertempuran mereka selalu berlangsung di sekitar desa-desa Rohingya. Bisa jadi tak butuh waktu lama lagi, Rathedaung akan menjadi kawasan yang bebas dari keberadaan Muslim Rohingya, sebagaimana telah terjadi di Rakhine selatan.

Empat desa tersisa yang masih dijadikan tempat bernaung bagi warga Rohingya ialah: Argar Taung, Kan Seit, Sin Khine Tine, dan Lunn Taung. Ada sekitar 875 keluarga di keempat desa tersebut.

Warga Rohingya di Rathedaung sangat menderita karena kemiskinan. Sementara di sisi lain, desa-desa mereka juga menjadi medan perang. Dengan demikian, tetap tinggal atau mengungsi, sama-sama pilihan yang pahit bagi mereka.

Arakan Army yang mengklaim berjuang untuk warga Arakan semestinya juga melindungi warga Rohingya!* (Rohingya Vision | Sahabat Al-Aqsha)

2: Warga Rohingya di Argar Taung (Thami Hla) meninggalkan desa pada 12 Oktober 2019. Sumber: Rohingya Vision

Warga Rohingya di Argar Taung (Thami Hla) meninggalkan desa pada 12 Oktober 2019. Sumber: Rohingya Vision

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Hayya: Normalisasi Dorong Agresi Penjajah Zionis terhadap Masjidil Aqsha
Ismail Haniyah: Rencana Penjajah Zionis Yahudisasi Baitul Maqdis Tak Akan Berhasil »