Etnis Minoritas Myanmar Dukung Pemerintahnya Diseret ke Pengadilan Internasional

20 November 2019, 10:06.
Foto: Rohingya Vision

Sumber: Rohingya Vision

DHAKA, Rabu (Rohingya Vision): Kachin Nation Organization (KNO) pada Jumat (15/11) menyatakan dukungannya untuk Gambia yang mengajukan tuntutan terhadap pemerintah Myanmar ke Mahkamah Internasional (ICJ) atas dugaan genosida terhadap Rohingya.

Kachin merupakan etnis minoritas di Myanmar yang telah lama dipersekusi oleh pemerintahnya. Senasib dengan etnis minoritas lain, seperti Shan, Karen, Karenni, Mon, dan tentu saja Rohingya.

KNO menyeru kepada semua negara yang peduli agar turut berdiri di barisan yang sama dengan Gambia untuk menghukum para pelaku utama kejahatan kemanusiaan di Myanmar yang telah berlangsung puluhan tahun ini.

Gambia sebagai perwakilan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengajukan Myanmar ke Mahkamah Internasional (ICJ) atas upaya genosida yang dilakukannya terhadap minoritas Muslim Rohingya pada Senin (11/11). Mahkamah Internasional sendiri merupakan badan peradilan tertinggi PBB.

Sementara itu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) juga telah menyetujui penyelidikan penuh atas dugaan kejahatan Myanmar terhadap Muslim Rohingya pada Kamis (14/11).

Kelompok hak asasi manusia Rohingya dan Amerika Latin mengajukan tuntutan pada hari Rabu di Argentina atas kejahatan terhadap Muslim Rohingya berdasarkan prinsip “yurisdiksi universal”, sebuah konsep hukum yang mengizinkan negara atau organisasi internasional untuk mengklaim yurisdiksi tanpa memandang tempat kejadian perkara dan kewarganegaraan tersangka, di mana Aung San Suu Kyi dan nama sejumlah pejabat Myanmar lainnya disebutkan.

Dalam operasi pembersihan etnis Rohingya pada tahun 2017, sekitar satu juta Rohingya atau 90% populasi warga Rohingya terpaksa lari dari tanah airnya untuk menyelamatkan diri mereka dari amukan militer Myanmar. Menurut data yang dikumpulkan Medecins Sans Frontieres (MSF) lebih dari 10.000 orang terbunuh dan ratusan wanita diperkosa.

Warga Rohingya yang tetap bertahan di Myanmar masih menghadapi ancaman genosida oleh pemerintah serta persekusi oleh militan Budha Rakhine.

Menurut PBB, Rohingya adalah etnis minoritas yang paling teraniaya di dunia.* (Rohingya Vision | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« 800 Anak Yatim Yaman Kelaparan dan Kedinginan di Panti Asuhan
Hamas: Klaim Amerika Serikat Soal Permukiman ‘Israel’ Langgar Hukum Internasional »