Pejabat PBB: Serangan ke Kamp Pengungsi Suriah ‘Memuakkan’

22 November 2019, 21:34.
Barang-barang yang tersisa setelah serangan roket di Qah, Suriah. Foto: MEE/Muhammad Alhosy

Barang-barang yang tersisa setelah serangan roket di Qah, Suriah. Foto: MEE/Muhammad Alhosy

LONDON, Jum’at (Middle East Monitor | BBC): Pejabat PBB untuk Krisis Suriah mengecam ‘keras’ serangan rezim Assad dan sekutunya yang menargetkan warga sipil tak berdaya, termasuk lansia, wanita dan anak-anak di kamp pengungsi internal di desa Qah, Suriah barat laut pada hari Rabu (20/11).

Belasan orang tewas dan ratusan orang cedera akibat serangan rudal di sebuah kamp untuk pengungsi internal di desa Qah, provinsi Idlib barat laut. Qah, yang dekat dengan perbatasan Turki, merupakan salah satu kamp pengungsi paling padat di Suriah.

Menurut laporan para petugas penyelamat dan medis, tenda-tenda hancur dan terjadi kebakaran. Kebanyakan korban adalah wanita dan anak-anak. Sebuah rumah sakit bersalin ikut menjadi sasaran dan menyebabkan empat petugas di sana terluka.

“Saya merasa muak bahwa rudal-rudal itu menghantam warga sipil yang tak berdaya, termasuk para orang tua, wanita, dan anak-anak yang berlindung di tenda-tenda dan tempat-tempat penampungan darurat di sebuah kamp untuk para pengungsi internal,” kata Mark Cutts, Wakil Koordinator Kemanusiaan Regional PBB untuk Krisis Suriah pada hari Kamis (21/11).

“Kejadian mengerikan ini harus diselidiki secara menyeluruh. Kamp tersebut adalah tempat di mana orang-orang yang telah melarikan diri dari kekerasan mencari keselamatan dan tempat berlindung,” tambahnya.

Hukum kemanusiaan internasional mengharuskan semua pihak membuat perbedaan antara warga sipil dan militan, serta melakukan tindakan pencegahan terus menerus saat melakukan operasi militer untuk menyelamatkan warga sipil, jelas Cutts. “Mengarahkan serangan apa pun kepada warga sipil adalah pelanggaran terhadap hukum internasional”.

Menurut PBB, provinsi Idlib menjadi tempat berlindung bagi tiga juta orang. Satu juta di antaranya adalah anak-anak. Lebih dari 40% populasinya berasal dari wilayah yang sebelumnya dikuasai oposisi.

Cutts menjelaskan, Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) telah memverifikasi ada lebih dari 1.000 warga sipil termasuk ratusan anak-anak di Suriah barat laut yang menjadi korban serangan militer sejak akhir April. Lebih lanjut ia mengatakan, puluhan serangan terhadap fasilitas medis dan para petugas medis di seluruh Suriah juga telah diverifikasi.* (Middle East Monitor | BBC | Sahabat Al-Aqsha)

Anak-anak berjalan melewati tenda-tenda kamp yang rusak di Qah, Suriah. Foto: MEE/Muhammad Alhosy

Anak-anak berjalan melewati tenda-tenda kamp yang rusak di Qah, Suriah. Foto: MEE/Muhammad Alhosy

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Sejumlah Anak Tewas dalam Serangan Mematikan di Kamp Pengungsi, Idlib
Serdadu Zionis Tangkap Bocah Palestina, Menggiringnya Keliling Al-Khalil dengan Mata Tertutup »