Tanpa Alasan, ‘Israel’ Tangkap Saudara Tahanan Politik Palestina yang Meninggal di Penjara

3 December 2019, 15:55.
Tahanan politik Palestina Sami Abu Diak yang meninggal di penjara, 19 November 2019.

Tahanan politik Palestina Sami Abu Diak yang meninggal di penjara, 19 November 2019.

MIDDLEEASTMONITOR – Pasukan Zionis ‘Israel’ menangkap saudara laki-laki Sami Abu Diak, seorang tahanan politik Palestina.

Sami Abu Siak, yang dilanda kanker usus, meninggal dunia pekan lalu ketika berada dalam tahanan ‘Israel’. Demikian dilaporkan kantor berita resmi Palestina Wafa.

Setelah invasi di kota Sielet ath-Thaher, di mana keluarga tersebut berdomisili di sisi selatan Jenin di Tepi Barat, para tentara dilaporkan telah menembakkan banyak bom gas dan granat sebelum menggerebek rumah keluarga Abu Diak.

Saat menggeledah rumah Abu Diak secara beringas, para prajurit merusak harta benda tuan rumah dengan alasan mencari sesuatu.

Ragheb Abu Diak, seorang anggota keluarga, mengatakan kepada Wafa bahwa seluruh keluarga diinterogasi selama beberapa jam setelah disandera di satu ruangan.

Ragheb mengatakan bahwa Salah, saudara laki-laki Sami, ditahan pasukan Zionis. Tidak ada alasan maupun penjelasan terkait penahanannya.

International Middle East Media Center melaporkan, saudara laki-laki Sami yang lain, Samer, adalah seorang tahanan politik yang menjalani hukuman seumur hidup dan menderita banyak komplikasi kesehatan di klinik penjara Ramla.

Komisi Penjara Palestina menjelaskan bahwa Sami Abu Diak meninggal di rumah sakit Asaf Harofeh Israel setelah menderita kanker usus selama tiga tahun. Dia ditangkap oleh Israel pada tahun 2002 dan dijatuhi hukuman tiga tahun ditambah 30 tahun. Beberapa operasi di penjara justru berujung gagal ginjal dan paru-paru.

Setelah permohonan cuti berdasarkan pertimbangan kemanusiaan untuk bisa bersama keluarga ditolak, dalam pesan terakhirnya dari penjara sebelum kematiannya, Sami menulis:

Bagi mereka yang memiliki hati nurani yang hidup, saya menjalani jam dan hari terakhir saya, tidak ada yang lebih saya inginkan daripada menghabiskan momen itu di dekat ibuku; di antara orang yang saya cintai, saya ingin mengembuskan napas terakhir saya dalam pelukan ibu saya; Saya tidak ingin mati diborgol dan dibelenggu … “

Kematiannya menambah deret baris pilu, tercatat 221 jumlah tahanan Palestina yang telah meninggal di penjara-penjara ‘Israel’ sejak 1967.

Menurut Addameer, kelompok hak asasi tahanan Palestina, saat ini ada 5.250 tahanan di penjara-penjara Israel, termasuk 205 anak-anak dan 44 wanita. Biro Pusat Statistik Palestina mengungkapkan tercatat sekitar satu juta penangkapan warga Palestina sejak 1948.

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« UNHCR Tak Bisa Pastikan Kapan Pengungsi Rohingya Bisa Kembali Pulang
Pasukan Zionis Tangkap Dua Bersaudara di ‘Isawiyyah »