Serangan Tentara Assad ke Pasar di Idlib Tewaskan 10 Warga Sipil

3 December 2019, 17:56.
Foto: Omar Haj Kadour/AFP

Foto: Omar Haj Kadour/AFP

Setidaknya 10 warga sipil terbunuh pada serangan udara pemerintah Suriah di provinsi Idlib yang terletak di bagian barat laut Suriah, kata petugas penyelamat yang bertugas di wilayah kekuasaan oposisi.

White Helmet mengatakan serangan tersebut menarget dua pasar sayuran di kota Maaret al-Numan dan Saraqeb pada hari Senin (2/12/2019).

Ada 9 orang warga yang terbunuh di Maaret al-Numan dan 1 orang lagi di Saraqeb, menurut juru bicara White Helmet, Ahmed Sheikho.

Sementara 18 orang (5 di Maaret al-Numan dan 13 di Saraqeb) terluka akibat serangan rezim Assad tersebut.

“Pesawat tempur milik tentara Assad pertama menarget pasar di Saraqeb pada pukul 9.00 pagi (waktu setempat). Beberapa saat kemudian, sekitar pukul 10.30 serangan kedua mengenai pasar di Maaret al-Numan, menyebabkan banyak korban sekaligus kerusakan materi,” jelasnya.

Maher Mohammed, 35, seorang pedagang di pasar di Maaret al-Numan, mengatakan bahwa itu adalah serangan paling menakutkan yang dia lihat sejak bertahun-tahun ini.

“Kami berlari masuk ke dalam toko-toko kami dan langsung tiarap di atas tanah,” kata bapak 5 orang anak itu.

“Mereka memborbardir separuh dari pasar ini. Tetangga kami terbunuh,” bahkan dua orang wanita yang datang untuk berbelanja juga mengalami nasib serupa tambahnya.

Tidak ada pemberitahuan atas serangan tersebut dari media nasional Suriah.

Serangan tersebut dilancarkan di waktu-waktu sibuk pasar, sebagaimana dikabarkan White Helmet melalui akun twitternya.

Sementara operasi penyelamatan masih berlangsung di dua area tersebut, Sheikho menambahkan bahwa serangan udara pemerintah Suriah juga mengenai lembaga pemasyarakatan di Idlib, meski tak ada korban berdasarkan laporan terakhir.

Sedangkan Menteri Pertahanan Turki menuliskan pada akun resmi twitternya, bahwa korban meninggal di dua pasar tersebut berjumlah 14 orang dan korban luka sebanyak 27 orang.

Rusia yang mendukung pemerintahan Assad dan Turki yang memihak oposisi sebenarnya telah menginiasi kesepakatan de-eskalasi untuk wilayah Idlib pada akhir tahun lalu. Namun sejak bulan April kemarin, Suriah dan Rusia justru menambah intensitas serangan mereka ke wilayah tersebut. Lebih dari 1.000 warga sipil kehilangan nyawa menurut PBB. Ratusan ribu warga Suriah juga terpaksa mengungsi.

Tentara Suriah dalam beberapa bulan ini merebut wilayah-wilayah oposisi di provinsi Hama, begitu juga kota Khan Sheikhoun di Idlib. Sekarang mereka sepertinya sedang bergerak ke utara, menuju kota Maaret al-Numan yang berada di jalan raya M5 antara kota Damaskus dan Aleppo.

Pemerintah Suriah berusaha mengendalikan jalan-jalan raya strategis sehingga mereka bisa menghubungkan kota-kota yang berhasil direbutnya dari oposisi.

Gencatan senjata yang diumumkan Moskow pada 31 Agustus memang mengurangi jumlah serangan udara rezim Assad dan sekutunya sejak itu, namun serangan darat terus dilancarkan.

Provinsi Idlib sendiri merupakan rumah bernaung bagi hampir 3 juta warga Suriah yang berusaha menyelamatkan diri dari kekejaman tentara Suriah dan sekutunya setelah satu persatu wilayah oposisi direbut.

Perang Suriah yang bermula pada tahun 2011 ini sudah memakan ratusan ribu nyawa warga sipil dan menyebabkan jutaan orang terpaksa mengungsi. (Aljazeera)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« ‘Israel’ Larang Puluhan Warga Palestina Bepergian, Ratusan Ditangkap karena Kecurigaan
Di Tengah Kebuntuan Politik, ‘Israel’ Bersikukuh Bangun Permukiman Ilegal Baru »