Penindasan terhadap Muslim Uyghur (#6) – Pemerintah Komunis China Hancurkan Tatanan Keluarga Uyghur

9 January 2020, 18:19.

PEREMPUAN-perempuan etnis minoritas Uyghur dipaksa tidur bersama, bahkan menikah dengan laki-laki etnis mayoritas Han oleh pemerintah komunis China.

Sejak tahun 2017, China menjalankan kebijakan “Pair Up and Become Family” (Berdampingan dan Menjadi Keluarga) di mana petugas Partai Komunis China -yang merupakan etnis mayoritas Han- tinggal bersama di kediaman warga Uyghur.

Menurut pemerintah China, program tersebut bertujuan untuk mengampanyekan persatuan antar etnis.

Namun pada kenyataannya, hal ini justru digunakan pemerintah untuk memata-matai warga Uyghur sekaligus menanamkan ideologi komunisnya.

Petugas Partai Komunis yang kebanyakan laki-laki, umumnya tinggal bersama di setiap rumah warga Uyghur sampai 6 hari lamanya.

Terutama di rumah yang anggota keluarga laki-lakinya ditahan di kamp konsentrasi China. Sebagaimana dilaporkan Radio Free Asia.

Mereka bekerja, makan, bahkan tidur bersama-sama keluarga Uyghur yang didampingi.

“Sekarang hal yang lumrah bagi para wanita (Uyghur) untuk tidur seranjang bersama laki-laki (Han) yang ditugaskan,” kata seorang pegawai pemerintahan China kepada RFA.

Para petugas tersebut juga diwajibkan untuk menanamkan ideologi Partai Komunis China kepada warga Uyghur.

“Mereka membantu (keluarga-keluarga Uyghur) dengan ideologinya, membawa pikiran-pikiran baru,” jelasnya.

Ia pun mengatakan bahwa keluarga-keluarga Uyghur “sangat antusias” menyambut para petugas Partai Komunis yang datang untuk tinggal bersama.

Tak hanya itu, para aktivis mengatakan bahwa perempuan-perempuan Uyghur juga dipaksa menikah oleh pemerintah dengan laki-laki China Han.

Rushan Abbas, aktivis Uyghur yang keluarganya telah ditangkap dan ditahan di kamp pelatihan China, mengatakan kepada kantor berita Australia News.com.au bahwa program pemerintah China ini merupakan pemerkosaan tersistem terhadap perempuan-perempuan Uyghur.

“Ini adalah pemerkosaan massal,” sebut Rushan, “Pemerintah menjanjikan uang, rumah, dan pekerjaan kepada warga etnis Han untuk mau datang dan menikahi warga Uyghur.”

Ia menambahkan; “Baik sang perempuan maupun keluarganya sama-sama tak bisa menolak pernikahan itu, karena mereka akan dianggap Islam ektremis jika menolak menikah dengan laki-laki atheis China Han.”

“(Warga China Han) telah banyak memperkosa perempuan Uyghur dengan dalih pernikahan (yang dipaksakan) selama bertahun-tahun,” jelasnya.

Hal ini merupakan bagian dari cara keras Partai Komunis China menundukkan warga Uyghur di Xinjiang dalam dua tahun ini.

Beijing menganggap semua warga Uyghur adalah teroris dan mereka menggunakan narasi kontraterorisme untuk membenarkan tindakan represifnya.

China juga dituduh telah masif memperkosa muslimah-muslimah Uyghur yang ditahan di kamp pelatihan, sekaligus memaksa mereka melakukan aborsi.

Gulzira Mogdyn (38), ditahan di Xinjiang setelah pulang dari Kazakhstan karena menggunakan aplikasi WhatsApp di ponselnya.

Ketika aparat mengetahui bahwa ia tengah hamil 10 pekan, mereka memberitahu bahwa ia dilarang untuk memiliki anak tersebut.

Kepada Washington Post, ia menceritakan bahwa seorang dokter kemudian menggugurkan janin di kandungannya tanpa menggunakan obat bius. Hingga sekarang ia masih menderita komplikasi karenanya.

Mahasiswa Studi Islam, Ruqiye Perhat (30), mengatakan bahwa para petugas kamp China telah berulang kali memperkosa dirinya hingga menyebabkannya hamil dua kali.

“Setiap wanita atau pria di bawah umur 35 tahun diperkosa dan mengalami kekerasan seksual,” kata Ruqiye yang telah ditahan pemerintah selama 4 tahun.

Seorang muslimah lain yang juga ditahan karena menggunakan aplikasi WhatsApp, Rakhima Senbay (32), menceritakan bahwa ia dipaksa untuk memakai alat kontrasepsi oleh doktor di kamp pelatihan.

“Aku mengatakan aku tak mau memakainya, tapi ia berkata bahwa hal ini adalah keharusan bagi setiap wanita yang masuk kamp,” sebut Rakhima. (bersambung)

Sumber: Insider, The Sun

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Pasukan ‘Israel’ Serang Tahanan Palestina di Penjara Megiddo
Satu Anak Terbunuh Setiap Hari Selama Eskalasi Serangan Militer di Idlib »