TK dan Ma’had Al-Quran Buya Hamka di Suriah – Harta Karun Masa Depan #SuriahKita dan Ummat Islam

12 January 2020, 16:46.
Foto: Sahabat Al-Aqsha

Foto: Sahabat Al-Aqsha

AKHIR Oktober 2019, tim relawan Sahabat Al-Aqsha (SA) tiba di Kota Azaz yang terletak di Provinsi Aleppo, Suriah, guna meresmikan amanah dari masyarakat Indonesia; berupa 3 Taman Kanak-kanak dan Ma’had Al-Quran.

Berawal dari sukses dan berkahnya TK Bintang Al-Quran di Gaza, kini Sahabat Al-Aqsha juga fokus pada pendidikan dini anak-anak Suriah yang bertahan hidup di pengungsian.

Namun ada yang unik pada ketiga TK yang Sahabat Al-Aqsha resmikan di Suriah, yaitu nama-nama TK yang mengambil inspirasi dari tokoh-tokoh pahlawan nasional Indonesia.

Ada TK Cut Nya’ Dien, TK dan Ma’had Al-Quran Buya Hamka, serta TK dan Ma’had Al-Quran Diponegoro.

TK dan Ma’had Al-Quran Buya Hamka

TK dan Ma’had Al-Quran ini didirikan 2 tahun yang lalu di Kamp Reyyan yang dihuni lebih dari 7 ribu Muhajirin Suriah.

TK dan Ma’had Al-Quran Buya Hamka mendidik 200 murid yang dibagi pada kelompok pagi dan siang.

Ketua Yayasan Sahabat Al-Aqsha, Ardhi Rosyadi, menjelaskan asal muasal pemberian nama TK tersebut.

“Buya Hamka merupakan inspirasi bagi kaum Muslimin di Indonesia, karena beliau seorang sastrawan, budayawan, cendekiawan, dan ulama. Bahkan beliau memiliki karya tafsirnya yang masyhur, Tafsir Al-Azhar,”ujarnya.

Yang mungkin tidak diketahui banyak orang, ketika berusia 6-7 tahun, tiap sehabis pulang sekolah Buya Hamka belajar di madrasah diniyah.

“Kita ingin anak-anak Suriah merasakan pembelajaran seperti Buya Hamka, sehingga mereka bisa tumbuh menjadi cendekiawan, sastrawan, ulama yang juga berjuang untuk tanah air mereka melawan kezhaliman,”ujar Ardhi.

Sebulan sebelumnya, mitra Sahabat Al-Aqsha untuk program ini, IHH, menceritakan kisah pengorbanan guru-guru di TK ini.

Meski tidak ada dana bantuan dari organisasi manapun, namun selama 4 bulan mereka tetap mengajar dengan ikhlas, shabar, dan ceria meski tidak mendapatkan gaji .

Saat ditanya apa motivasi terbesar mereka tetap mengajar meski tidak ada gaji, Jinan, sang Kepala Sekolah TK menjawab, mereka tak ingin menyia-nyiakan potensi besar nan berharga anak-anak di sana.

“Benar, sebelum Sahabat Al-Aqsha membantu dana operasional, kami sempat mengajar 4 bulan tanpa bayaran. Namun ini semua kembali lagi ke niat kami. Kami tidak mengajar untuk mendapatkan penghidupan semata. Kami sadar bahwa anak-anak ini adalah harta karun yang sangat berharga bagi masa depan Suriah dan Umat Islam. Kami tidak akan menyia-nyiakan potensi yang dimiliki tiap anak di sini hanya karena dunia mulai menutup mata pada nasib mereka,”ujar Jinan. (*)

Foto: Sahabat Al-Aqsha

Foto: Sahabat Al-Aqsha

Foto: Sahabat Al-Aqsha

Foto: Sahabat Al-Aqsha

Foto: Sahabat Al-Aqsha

Foto: Sahabat Al-Aqsha

 

 

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Lebih Dekat dengan TK Cut Nya’ Dien di Azaz – Spirit dari Tanah Rencong untuk Bocah #SuriahKita
Penindasan terhadap Muslim Uyghur (#7) – Anak-anak Dipaksa Masuk Asrama Superketat, ‘Genosida Kultural’ Menguat »