Baru Jalani 4 Bulan Penahanan, Kini Pembunuh Wanita Palestina Berstatus Tahanan Rumah

14 January 2020, 19:08.
Aisha Muhammad Talal Al-Rabi (kanan) terbunuh setelah para pemukim ilegal ‘Israel’ menyerangnya dan suaminya menggunakan batu di Tepi Barat [Ethan Anderson / Twitter]

Aisha Muhammad Talal Al-Rabi (kanan) terbunuh setelah para pemukim ilegal ‘Israel’ menyerangnya dan suaminya menggunakan batu di Tepi Barat [Ethan Anderson / Twitter]

PEMBUNUHAN seorang wanita Palestina oleh pemukim ilegal ‘Israel’ diakui sebagai serangan teror oleh otoritas ‘Israel’.

Namun anehnya mereka menolak mengakui korban tewas sebagai korban terorisme.

Ibu delapan anak berusia 47 tahun, Aisha Muhammad Talal Al-Rabi, terbunuh pada tahun 2018 setelah bagian samping kepalanya dihantam sebuah batu yang dilemparkan pemukim Yahudi melalui kaca depan mobil saat Aisha bepergian.

Serangan para pemukim itu terjadi di Persimpangan Tapuah (Zatatara), sisi selatan Nablus, di Tepi Barat yang diduduki, ketika Aisha dan suaminya Yaqoub Al-Rabi mengemudi melintasi pemukiman ilegal.

Serangan itu menyebabkan Al-Rabi kehilangan kendali atas mobil mereka.

Hanya seorang warga Israel pelaku pelemparan batu yang telah dipenjara di fasilitas penahanan remaja.

Pelaku berusia 16 tahun pada saat kejadian. Ia merupakan siswa di Pri Haaretz Yeshiva, di permukiman Rehelim, di utara Tepi Barat.

Meskipun didakwa melakukan pembunuhan, melempar kendaraan yang bergerak menggunakan baru, dan sengaja melakukan sabotase kendaraan, pemuda itu dibebaskan setelah empat bulan ditahan.

Kini pemuda itu berstatus tahanan rumah.

Kementerian Pertahanan ‘Israel’ mengharuskan individu yang menjadi sasaran serangan, baik sebagai warga negara ‘Israel’ atau memiliki izin tinggal dari’Israel’ diakui sebagai korban terorisme dan menerima kompensasi dari National Insurance Institute.

Namun Aisha Al-Rabi dituding tidak memenuhi kriteria ini.

Pengacara yang mewakili keluarga Al-Rabi, Nabila Kaboub dan Mohamad Rahal, berencana mengajukan banding terhadap keputusan tersebut agar Aisha dianggap sebagai korban terorisme.

Selain itu, Rahal juga berencana menggunakan putusan sebelumnya untuk mengajukan mosi agar Yaqoub Al-Rabi dan putrinya yang berusia sembilan tahun, Rama, juga diakui sebagai korban teror.

Ia berharap proses cepat oleh otoritas ‘Israel’ tentang masalah ini karena Yaqoub Al-Rabi sekarang memegang izin tinggal dari ‘Israel’.

Pengacara itu menambahkan bahwa Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas menawarkan untuk mengajukan kasus ini ke Pengadilan Kriminal Internasional; setelah dia bertemu Yaqoub Al-Rabi awal bulan ini.

Namun, pengacara Al-Rabi mengatakan belum jelas apakah kasus itu akan berproses di Den Haag. (Middle East Monitor)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Serdadu ‘Israel’ Layangkan Perintah Pembongkaran Rumah 8 Keluarga Palestina di Al-Khalil
Gerombolan Pemukim Ilegal Yahudi Terobos Masjid Al-Aqsha, Jamaah Palestina Diusir »