Al-Haq: PBB Harus Rilis Database soal Bisnis yang Ambil Untung dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

15 January 2020, 21:06.
Sumber: IMEMC

Sumber: IMEMC

AL-HAQ, organisasi Hak Asasi Manusia yang berbasis di Ramallah, Selasa (14/1/2020), meminta Komisioner Tinggi untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) merilis database yang lama tertunda soal bisnis yang bergerak di perusahaan permukiman ilegal ‘Israel’.

Demikian dilaporkan Kantor Berita dan Informasi Palestina (WAFA).

Al-Haq mengatakan, Pada 24 Maret 2016, Dewan Hak Asasi Manusia PBB (HRC) mengadopsi resolusi 31/36 yang meminta OHCHR untuk menghasilkan basis data semua perusahaan bisnis.

Yakni, yang secara langsung maupun tidak langsung; tumbuh, bergerak, difasilitasi, dan mendapat untung dari pembangunan dan pertumbuhan permukiman ilegal di wilayah pendudukan Palestina.

Penghimpunan basis data tersebut seharusnya melalui konsultasi dengan Kelompok Kerja untuk Bisnis dan Hak Asasi Manusia.

Al-Haq menyerukan kepada organisasi masyarakat sipil, pembela hak asasi manusia, gerakan sosial, jaringan dan kelompok-kelompok dari seluruh dunia untuk bergabung dengan seruannya untuk merilis database PBB. (IMEMC)

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Umumkan Keputusan 23 Januari 2020, Akankan ICJ Putuskan Tindakan Dini Hentikan Genosida Myanmar?
Baru Beberapa Menit Bebas, Warga Baitul Maqdis yang Dipenjara 18 Tahun Kembali Diculik ‘Israel’ »