SNHR: 3.364 Warga Sipil Terbunuh di Suriah Sepanjang 2019, Termasuk 234 Orang di Desember 2019

16 January 2020, 17:19.
Sumber: SNHR

Sumber: SNHR

AWAL Januari 2020, Syirian Network for Human Rights (SNHR) mengumumkan dalam laporannya bahwa setidaknya 3.364 warga sipil terbunuh pada tahun 2019 di tangan para pelaku konflik di Suriah, termasuk 234 orang di bulan Desember 2019.

Laporan itu menyatakan bahwa kejahatan pembunuhan telah meluas dan sistematis, terutama di tangan pasukan rezim Suriah dan sekutunya. Masuknya beberapa pihak ke dalam konflik Suriah juga telah meningkatkan kompleksitas pencatatan korban yang terbunuh.

Laporan ini mengacu pada pemantauan harian SNHR secara terus-menerus terhadap berita dan perkembangan informasi. Juga pada jaringan hubungan yang luas dengan berbagai sumber, termasuk menganalisis sejumlah besar foto dan video.

Laporan tersebut mencatat kematian 3.364 warga sipil pada tahun 2019, termasuk 842 anak-anak dan 486 wanita (wanita dewasa).

Angka ini dirinci menurut para pelaku dalam setiap kasus; yakni 1.497 warga sipil, termasuk 371 anak-anak dan 224 wanita, terbunuh di tangan pasukan Rezim Suriah. Sementara 452 warga sipil, termasuk 112 anak-anak dan 71 wanita, terbunuh di tangan Pasukan Rusia; dan 94 warga sipil, termasuk 11 anak-anak dan tujuh wanita, terbunuh oleh ISIS.

Sementara itu, 49 lainnya tewas di tangan kelompok-kelompok Islam garis keras, di antaranya Hayat Tahrir al Sham mengakibatkan tewasnya 45 warga sipil, termasuk enam anak-anak dan dua wanita. Sementara empat warga sipil tewas di tangan Partai Islam Turkistan.

Laporan itu juga mencatat, pada tahun 2019 terjadi kematian 21 warga sipil, termasuk delapan anak-anak dan seorang wanita, yang terbunuh di tangan faksi-faksi Oposisi Bersenjata; dan 164 warga sipil, termasuk 50 anak-anak dan 15 wanita, terbunuh di tangan Pasukan Demokratik Suriah.

Sementara 68 warga sipil, termasuk 20 anak-anak dan 17 wanita, terbunuh di tangan koalisi pimpinan-AS. Laporan itu juga mendokumentasikan 1.019 warga sipil, termasuk 264 anak-anak dan 149 wanita, terbunuh di tangan pihak lain pada 2019.

SNHR mencatat kematian 234 warga sipil pada Desember 2019, termasuk 65 anak-anak dan 44 wanita (wanita dewasa), dengan 113 warga sipil, termasuk 28 anak-anak dan 20 wanita, terbunuh di tangan pasukan rezim Suriah; sementara 62 warga sipil, termasuk 18 anak-anak dan 13 perempuan, terbunuh di tangan pasukan Rusia; dan dua warga sipil terbunuh di tangan ISIS.

Tujuh warga sipil, termasuk satu anak dan satu perempuan, terbunuh di tangan Hay’at Tahrir al Sham pada Desember 2019. Sementara dua warga sipil, termasuk satu anak, terbunuh di tangan faksi-faksi dari Oposisi Bersenjata.

Tercatat pula kematian enam warga sipil, termasuk dua anak-anak dan dua wanita di tangan Pasukan Demokratik Suriah; sementara 42 warga sipil, termasuk 15 anak-anak dan delapan wanita, terbunuh di tangan pihak lain.

Di antara para korban yang terbunuh pada 2019 adalah 26 personel medis. 14 di antaranya terbunuh di tangan pasukan Rezim Suriah, sementara enam lainnya terbunuh oleh pasukan Rusia, dengan satu pekerja medis terbunuh oleh Hay’at Tahrir al Sham, satu lagi terbunuh oleh koalisi pimpinan-AS, dan empat lainnya terbunuh oleh pihak lain.

Sebanyak 13 pekerja media juga terbunuh pada tahun 2019; enam di tangan pasukan rezim Suriah, dua di tangan pasukan Rusia, satu di tangan Hay’at Tahrir al Sham, dan empat di tangan pihak lainnya.

17 personil Pertahanan Sipil juga terbunuh pada tahun 2019; tiga di tangan pasukan Rezim Suriah, sembilan di tangan pasukan Rusia, satu di tangan Partai Islam Turkistan, dan empat di tangan pihak lainnya. Di Desember 2019, tiga personil Pertahanan Sipil tewas di tangan pihak lain.

Tim kerja SNHR mendokumentasikan kematian sedikitnya 305 orang akibat penyiksaan pada tahun 2019; 275 di antaranya tewas di tangan pasukan Rezim Suriah, empat di tangan Hay’at Tahrir al Sham, empat di tangan faksi-faksi dari Oposisi Bersenjata, 13 di tangan Pasukan Demokrat Suriah, dan sembilan di tangan pihak lain. Sebanyak 17 orang terbunuh di bawah penyiksaan pada bulan Desember, semuanya berada di tangan pasukan Rezim Suriah.

Laporan itu juga mencatat 109 pembantaian pada tahun 2019; sebanyak 43 di antaranya dilakukan oleh pasukan Rezim Suriah, 22 oleh pasukan Rusia, enam oleh Pasukan Demokrat Suriah, tiga oleh koalisi pimpinan-AS, dan 35 oleh pihak lain.

Istilah ‘pembantaian’ merujuk pada serangan yang menyebabkan kematian setidaknya lima orang tak bersalah dalam insiden yang sama. Tercatat 14 pembantaian pada bulan Desember; enam di antaranya dilakukan oleh pasukan Rezim Suriah, empat oleh pasukan Rusia, dan empat oleh pihak lain.

SNHR menekankan bahwa pemerintah Suriah telah melanggar hukum kemanusiaan internasional, hukum adat, dan semua resolusi Dewan Keamanan PBB, khususnya resolusi 2139, resolusi 2042, dan resolusi 2254, semuanya tanpa akuntabilitas.

SNHR mencatat bahwa tidak ada catatan peringatan yang dikeluarkan oleh rezim Suriah atau pasukan Rusia sebelum serangan apa pun sesuai dengan persyaratan hukum kemanusiaan internasional. (SNHR)

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Serangan Udara ‘Israel’ Gempur Dua Lokasi di Gaza
Rezim Klaim Berupaya Bangun Perdamaian, ARNO: Myanmar Luncurkan Laporan Penuh Kebohongan »