Serangan Rezim dan Sekutunya Kembali Meningkat, Ratusan Ribu Warga Suriah Menyelamatkan Diri

17 January 2020, 18:57.
Warga lokal melintas di lokasi yang dihantam serangan udara rezim Assad, di Desa Binnish, di Idlib, Suriah pada 11 Januari 2020. Setidaknya 17 warga sipil dilaporkan tewas [Izzeddin Idilbi / Anadolu Agency]

Warga lokal melintas di lokasi yang dihantam serangan udara rezim Assad, di Desa Binnish, di Idlib, Suriah pada 11 Januari 2020. Setidaknya 17 warga sipil dilaporkan tewas [Izzeddin Idilbi / Anadolu Agency]

LEBIH dari 350.000 warga Suriah telah melarikan diri dari serangan baru yang dibekingi Rusia, di provinsi Idlib yang dikuasai oposisi, sejak awal Desember 2019.

Kamis (16/1/2019), PBB mengatakan bahwa warga Suriah, sebagian besar perempuan dan anak-anak, mencari perlindungan di daerah-daerah perbatasan dekat Turki, sebagaimana dilaporkan Reuters.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan dalam laporan terbarunya bahwa situasi kemanusiaan terus memburuk sebagai akibat permusuhan yang meningkat.

Jet Rusia dan artileri rezim Suriah telah menggempur beberapa kota dan desa dalam beberapa pekan terakhir, yang bertujuan membersihkan oposisi.

Serangan baru itu didukung oleh milisi pro-Iran.

“Gelombang pengungsian terbaru ini menambah parah situasi kemanusiaan yang sudah mengerikan di Idlib,” ujar David Swanson, juru bicara regional PBB untuk Suriah yang berbasis di Amman.

Jet Rusia dan Suriah kembali mengebom wilayah-wilayah sipil di daerah kantong oposisi; tepatnya dua hari setelah gencatan senjata yang disepakati Turki dan Rusia, yang secara resmi berlaku pada hari Minggu.

Karen AbuZayd, seorang investigator kejahatan perang PBB di Suriah, mengatakan kepada wartawan di Jenewa, bahwa banyak sekolah yang hancur atau ditutup di daerah-daerah yang dikuasai oposisi, yang kini digunakan sebagai tempat perlindungan bagi orang-orang yang melarikan diri dari kekerasan.

“Gelombang terkini pengungsi datang mendekati angka 400.000 orang; yang melarikan diri dan berjuang mendapatkan kamp yang lebih aman di dekat perbatasan Turki,” kata pejabat PBB.

Paulo Pinheiro, Ketua Komisi Penyelidikan PBB untuk Suriah, mengatakan bahwa banyak keluarga yang terpaksa tinggal di kamp-kamp sementara, dalam kondisi kekurangan makanan dan air.

Menurut PBB, serangan terkini telah membuat operasi militer yang dikendalikan Rusia lebih dekat ke bagian-bagian padat penduduk provinsi Idlib, di mana hampir 3 juta orang terjebak.

Tim penyelamat dan penduduk mengatakan bahwa pada hari Kamis (16/1/2020), jet Rusia dan Suriah menghantam Kota Maarat al-Numan yang telah hancur.

Wilayah tersebut adalah salah satu pusat kota utama di provinsi Idlib dan terletak di jalan raya utama yang dipegang oleh oposisi.

Tentara dan milisi yang didukung Iran bergerak maju menuju kota itu.

Penaklukannya akan menjadi keuntungan strategis dalam operasi saat ini; yang bertujuan mendapatkan kembali kendali atas urat nadi perdagangan utama yang penting bagi ekonomi Suriah yang dilanda perang.

Rabu (15/1/2020), setidaknya 21 warga sipil tewas dalam serangan udara berat, di antaranya 19 orang yang tewas ketika bom dijatuhkan di pasar yang sibuk di pusat kota Idlib, ibukota provinsi. (Middle East Monitor)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Tenda Huniannya Digilas Serdadu ‘Israel’, Kini Keluarga Zreineh Tinggal di Kandang Domba
224.948 Warga Sipil Tewas di Suriah Kurun 2011-2019, Termasuk 29.017 Anak »