Rezim Assad Rebut Kota Saraqib, Turki Perkuat Pos-pos di Idlib

8 February 2020, 18:33.
Sumber: Anadolu Agency via Reuters

Sumber: Anadolu Agency via Reuters

TURKI telah mengirim hampir 150 kendaraan, beserta pasukan komando dan amunisi, untuk memperkuat 12 pos pengamatannya di Idlib, wilayah terakhir yang dikuasai oposisi Suriah.

Anadolu melaporkan, masuknya konvoi Turki, setidaknya yang kedua dalam sepekan, pada hari Jumat (7/2/2020) menyusul peningkatan pertempuran di barat laut provinsi Idlib dan bentrokan mematikan (yang sebelumnya jarang terjadi) antara pasukan pemerintah Turki dan Suriah.

Perkembangan itu juga terjadi sehari sebelum para pejabat Rusia tiba di Turki untuk melakukan pembicaraan mengenai situasi di Idlib.

Turki mengatakan sembilan pos terdepan yang didirikan berdasarkan kesepakatan 2018 dengan Rusia – semuanya di bagian tenggara wilayah itu – kini telah dikepung oleh tentara Suriah, sebagaimana dilaporkan Sinem Koseoglu dari Al Jazeera.

Melaporkan dari Bab Al Hawa Suriah di dekat perbatasan Turki, Koseoglu mengatakan Ankara bertekad untuk mempertahankan posisi itu.

“Turki mengatakan akan terus memperkuat pos-pos militer itu. Setelah pemerintah Suriah berhasil mendapatkan kembali kendali atas wilayah-wilayah di sekitar jalan raya M4 dan M5 serta Saraqib. Sembilan pos militer Turki sekarang berada di daerah-daerah yang berada di bawah kendali dari pemerintah Suriah,” katanya.

“Untuk saat ini, mereka aman. Namun beberapa hari yang lalu, pada malam hari, konvoi Turki telah diserang oleh rezim Suriah. Jadi keselamatan dan keamanan pos militer Turki masih dipertanyakan.”

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengancam akan mengusir pasukan Suriah di Idlib; kecuali mereka menarik diri pada akhir bulan.

Pembicaraan di Turki

Berbicara pada konferensi pers di Ankara pada hari Jumat, Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu kembali menegaskan bahwa Turki akan melakukan apa pun yang diperlukan guna menghentikan tragedi kemanusiaan di Idlib.

“Delegasi dari Rusia akan tiba di Turki. Kami akan mengadakan pembicaraan. Tujuan kami adalah menghentikan agresi rezim [Suriah] dan memajukan proses politik,” kata Cavusoglu, seraya menambahkan bahwa Rusia akan tiba pada hari Sabtu.

Pada hari Kamis (6/2/2020), pasukan Suriah yang dipimpin Rusia merebut kembali kota strategis Saraqib di provinsi itu setelah bentrokan sengit dengan pejuang oposisi, media pemerintah Suriah melaporkan.

Dorongan itu menyebabkan pemindahan lebih dari setengah juta orang hanya dalam waktu dua bulan, menambah bencana kemanusiaan di wilayah tersebut yang dipenuhi pengungsi internal.

Kota Saraqib terletak di persimpangan dua jalan raya utama; satu menghubungkan Damaskus ke utara, dan lainnya menghubungkan ke barat dan timur negara itu.

Kantor berita pemerintah Suriah, SANA, dan TV Al-Ikhbariya yang dikelola pemerintah mengatakan unit-unit tentara Suriah memasuki kota sebelum malam tiba, lalu menyisir para pejuang dan bahan peledak yang tersisa.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), pemantau perang yang berbasis di Inggris, mengatakan pasukan Turki membangun pos militer baru di timur kota Idlib.

Turki mengatakan kemajuan Suriah baru-baru ini telah melanggar perjanjian sebelumnya.

Pada tahun 2017, Turki, Rusia dan Iran mengadakan pertemuan di kota Nursultan (sebelumnya dikenal sebagai Astana) di Kazakhstan.

Ketiga negara mengumumkan bahwa Idlib dan kota-kota tetangga di wilayah Ghouta Timur, di luar Damaskus dan kota-kota selatan Deraa dan Quneitra, akan menjadi zona de-eskalasi.

Pada bulan September 2018, Turki dan Rusia sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi, di mana tindakan agresi secara tegas dilarang, dan Turki mendirikan 12 pos pengamatan di sana.

Dorongan terkini Suriah telah menyebabkan tiga pos Turki jatuh di daerah yang berada di bawah kendali pemerintah Suriah.

Sumber keamanan Turki mengatakan kepada kantor berita Reuters, bahwa pos-pos tersebut dilengkapi dengan personel dan peralatan yang cukup untuk mempertahankan diri. (Aljazeera)

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Bentrokan Pecah di Araqah, Lima Pemuda Palestina Dilarikan ke Rumah Sakit
Penembak Jitu ‘Israel’ Tembak Pemuda Palestina di Dekat Pagar Pembatas Gaza »