Usai Ambil Alih Kota Saraqib, Rezim Assad Rebut 18 Daerah di Idlib

10 February 2020, 18:17.
Bangunan yang runtuh dan rusak setelah pesawat-pesawat tempur Rusia menghantam daerah-daerah pemukiman di Idlib, Suriah pada 30 Januari 2020 [?zzeddin ?dilbi / Anadolu Agency]

Bangunan yang runtuh dan rusak setelah pesawat-pesawat tempur Rusia menghantam daerah-daerah pemukiman di Idlib, Suriah pada 30 Januari 2020 [?zzeddin ?dilbi / Anadolu Agency]

MENGABAIKAN perjanjian Astana dan Sochi, serdadu rezim Bashar Al-Assad, yang didukung Iran, terus bergerak di daerah-daerah pedesaan di Idlib dan Aleppo, Suriah.

Anadolu Agency melaporkan, setelah bentrokan berkepanjangan sejak Jumat (7/2/2020) malam, 18 desa dan kota di sekitar zona de-eskalasi Idlib, direbut oleh pasukan rezim dengan dukungan udara Rusia di beberapa daerah.

Beberapa daerah yang direbut termasuk Tal Bajir, Tal Qaratin, Abad, dan Maryuda.

Pasukan rezim melancarkan serangan darat ke permukiman di zona de-eskalasi November 2019 dengan dukungan udara Rusia, berhasil merebut kota Maarat Al-Numan dan Saraqib.

Idlib telah menjadi basis oposisi dan kelompok bersenjata anti-pemerintah sejak pecahnya perang sipil Suriah pada 2011.

Pada bulan September 2018, Turki dan Rusia sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi; di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.

Namun sejak saat itu, lebih dari 1.800 warga sipil di Idlib telah tewas akibat serangan rezim dan pasukan Rusia.

Rezim dan sekutunya mengolok-olok gencatan senjata 2018, dan yang terbaru yang dimulai pada 12 Januari 2020.

Lebih dari 1,7 juta warga Suriah telah bergerak ke dekat perbatasan Turki akibat serangan bertubi-tubi selama setahun terakhir. (Middle East Monitor)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Harapan Keadilan untuk Rohingya; Arti Penting Perintah ICJ terhadap Rezim Myanmar
Rezim Assad dan Rusia Bombardir Aleppo, 25 Warga Sipil Tewas »