Rezim Assad dan Rusia Bombardir Aleppo, 25 Warga Sipil Tewas

10 February 2020, 18:19.

SERANGAN udara Rusia, Senin (10/2/2020), menewaskan sedikitnya lima warga sipil di benteng terakhir oposisi di barat laut Suriah.

Seorang pemantau hak asasi manusia mengatakan jumlah korban tewas menjadi 25 orang dalam waktu kurang dari 24 jam.

Serangan dini hari menghantam sebuah desa berpenduduk padat di barat laut provinsi Aleppo; lokasi pertempuran pasukan rezim Bashar Assad yang didukung Rusia dengan pihak oposisi yang telah berkecamuk selama berminggu-minggu, kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.

“Para korban termasuk setidaknya satu anak dan sejumlah pengungsi internal Suriah,” kata pemantau yang berbasis di Inggris itu.

Serangan terbaru terjadi setelah setidaknya 20 warga sipil tewas pada hari Minggu; ketika pasukan rezim Suriah siap untuk mengambil kembali jalan raya utama yang menghubungkan ibukota Damaskus dengan kota terbesar kedua, Aleppo, setelah berminggu-minggu pertempuran di wilayah Idlib yang dikuasai oposisi.

Rezim dan sekutu Rusia-nya terlibat dalam serangan sengit selama berminggu-minggu untuk mengambil kembali jalan arteri vital M5; yang menghubungkan Aleppo (yang sebelumnya merupakan pusat ekonomi Suriah) dengan Damaskus dan perbatasan Yordania.

Sebagian jalan raya di barat daya Kota Aleppo masih berada di bawah kendali pejuang oposisi.

Pasukan pro-rezim telah memotong daerah tersebut dalam serangan yang telah mengirim setengah juta orang melarikan diri ke utara menuju perbatasan Turki.

Serangan mematikan, Minggu (9/2/2020) oleh Rusia menewaskan 14 orang, termasuk sembilan orang di desa Kar Nuran di provinsi Aleppo barat daya, dekat bentangan terakhir M5 yang masih di tangan oposisi, kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.

Serangan udara Suriah dengan bom barel juga menewaskan empat warga sipil di Distrik Atareb di timur Aleppo, sementara yang lain tewas dalam tembakan artileri di dekat Kota Jisr Al-Shughur.

Warga sipil terakhir tewas dalam serangan udara rezim di Desa Ketian di Idlib selatan.

Merebut kembali M5 akan memungkinkan lalu lintas terhubung kembali antara pusat-pusat bisnis utama Suriah; yang hampir mati setelah hampir sembilan tahun dilanda perang.

Setelah beberapa pekan kembali menguasasi sebagaian kawasan barat laut Suriah, hanya bagian 2-kilometer dari jalan arteri M5 tetap di luar kendali rezim Assad.

Minggu (9/2/2020), pasukan Pro-Assad menutup segmen terakhir jalan arteri di barat daya Aleppo, tetangga Idlib.

“Pasukan rezim telah memperoleh tanah baru dan sekarang mengendalikan beberapa desa di dekat jalan raya,” kata Kepala Observatorium Rami Abdul Rahman kepada AFP. (Daily Sabah)

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Usai Ambil Alih Kota Saraqib, Rezim Assad Rebut 18 Daerah di Idlib
Lakukan Ritual Provokatif di Masjid Al-Aqsha, Gerombolan Pemukim Yahudi Dikawal Ketat Polisi »