Rezim Suriah Klaim Rebut Kembali Area 600 Kilometer Persegi, AS Bangun Pangkalan Militer di Hasaka

11 February 2020, 19:03.
Sumber: Middle East Monitor

Sumber: Middle East Monitor

SERDADU Suriah mengklaim bahwa pasukan bersenjata yang bergerak maju dari pedesaan timur Idlib bertemu pasukan maju lainnya di arah selatan Aleppo, dan mendapatkan kembali kendali 600 kilometer persegi.

Komando Umum Angkatan Darat, dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh SANA, mengklaim angkatan bersenjata Suriah telah mewujudkan pencapaian lapangan kualitatif; mendapatkan kembali kendali atas wilayah geografis lebih dari 600 kilometer persegi; dan memperketat kendali atas puluhan kota, desa, dan bukit-bukit utama.

“Unit-unit angkatan bersenjata kami di provinsi Idlib dan Aleppo terus maju di lapangan untuk menghilangkan organisasi teroris yang telah meningkatkan serangan mereka terhadap warga sipil yang aman dan menggunakannya sebagai perisai manusia”.

Komando Umum Angkatan Darat melanjutkan bahwa kota, desa, dan bukit utama yang dibebaskan adalah; Khan Al-Sabl, Kafr Battikh, Jawbas, Nayrab, Tell Mardikh, Kafr Amim, Abad, Saraqib, Tal Al-Tabariz, Maharim, Universitas Ebla, Rasm, Al- Eiss, Sheikh Ahmed, Zammar, Hawir Al-Eiss, Tell Bagir, Rasm Al-Sahrij, Tel Touqan, Jazaraya, Khan Tuman, Khalsa, Al-Qarasi, Zaytan, Sheikh Idris, Al Rayyan, Louf, Al-Eiss.

AS Dirikan Pangkalan Militer

Anadolu Agency melaporkan bahwa Amerika Serikat sedang membangun pangkalan militer baru di Provinsi Hasaka untuk mengkonsolidasikan kehadirannya di daerah kaya minyak di timur laut Suriah.

Anadolu mengatakan dalam sebuah laporan, berdasarkan sumber-sumber yang digambarkannya “dapat diandalkan”, bahwa AS “secara tergesa-gesa” mulai membangun sebuah pangkalan di desa Tal Barak, 40 km dari kota Al-Hasakah.

Sebagai bagian dari pekerjaan konstruksi, pasukan AS, pekan lalu, memindahkan mesin dan peralatan konstruksi dari Irak ke Tal Barak melalui penyeberangan perbatasan Al-Waleed.

Anadolu menambahkan bahwa militer AS mengibarkan bendera negara mereka di tengah Tal Barak, sementara helikopter militer AS melakukan penerbangan pengintaian di atas area yang ditunjuk untuk pendirian pangkalan itu.

Kantor berita mengutip sumber-sumbernya yang mengatakan bahwa pekerjaan konstruksi terus berlanjut di bagian utara Tal Barak sejak 3 Februari 2020.

Laporan itu mengulas bahwa tujuan tentara AS untuk membangun pangkalan ini adalah untuk memotong jalan bagi militer Rusia ke salah satu pusat produksi minyak paling penting di Suriah, yaitu ladang minyak Rumailan di timur laut desa Al-Hasakah.

Secara paralel, pasukan AS, yang ditempatkan di Deir ez-Zor, mulai mengalihfungsikan bangunan di lingkungan Ghweran, Al-Hasakah, menjadi situs militer, untuk mengontrol produksi minyak di Deir ez-Zor.

Dalam konteks lain, tentara Turki mengirim kekuatan tambahan, Minggu (9/2/2020), ke pos-pos pemeriksaan di Provinsi Idlib.

Armada penguatan baru, termasuk tank dan amunisi, telah tiba di distrik Reyhanli, di perbatasan Provinsi Hatay. (Middle East Monitor)

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Dituding Tak Berizin, Penjajah Paksa Warga Baitul Maqdis Hancurkan Rumahnya Sendiri
Lima Pasukannya Terbunuh di Idlib, Turki Serang Balik Serdadu Assad »