Hamas Mengecam Keras Keputusan Pengadilan ‘Israel’ terhadap Syaikh Raed Salah

11 February 2020, 19:07.
Foto: Palinfo

Foto: Palinfo

GERAKAN Perlawanan Islam (Hamas) mengecam keras keputusan pengadilan ‘Israel’, Senin (10/2/2020), yang menghukum Syaikh Raed Salah, kepala cabang utara Gerakan Islam Palestina, 28 bulan penjara.

Hamas menyatakan bahwa putusan itu dimaksudkan untuk membungkam semua suara bebas yang membela negara Palestina, Baitul Maqdis, dan Masjid al-Aqsha melawan skema penjajahan ‘Israel’.

“Tindakan semacam itu mencerminkan mentalitas ekstremis dan rasis yang mengatur lembaga-lembaga ‘Israel’, terutama pengadilan dan sistem peradilan,” tegas Hamas.

Hamas mengatakan bahwa keputusan yang tidak adil terhadap “Syaikh al-Aqsha” serta warga Palestina di Baitul Maqdis, Tepi Barat, dan wilayah yang diduduki sejak 1948; tidak akan menghentikan perjuangan mereka melawan pendudukan dengan segala cara.

Raed Salah, seorang warga Palestina dan penduduk Umm al-Fahm, sebuah kota kecil di selatan Kota Haifa, merupakan kepala cabang utara Gerakan Islam, yang dilarang oleh Israel pada tahun 2015.

Majelis hakim Pengadilan Haifa menuduh Salah melakukan “hasutan menggalang terorisme” dalam pidatonya selama aksi protes Juli 2017; terhadap pemasangan detektor logam di gerbang luar kompleks Al-Aqsha di Baitul Maqdis Timur yang diduduki.

Raed Salah mengutip ayat-ayat dari Alquran dan hadits, kumpulan perkataan Nabi Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wa sallam dalam pidatonya.

Protes warga Palestina menggiring pasukan Israel untuk membongkar detektor logam setelah hampir dua minggu terpasang.

Salah ditahan pada 15 Agustus 2017 dan menjalani hukuman 11 bulan penjara; sebelum ia beralih menjadi tahanan rumah dengan pembatasan ketat. (PALINFO)

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Penjajah Zionis Putuskan Sekap Lagi Syaikh Raed Salah 28 Bulan
Kapal Nelayan Tenggelam di Teluk Bengal; 15 Warga Rohingya Tewas, 40 Orang Belum Ditemukan »