Kapal Nelayan Tenggelam di Teluk Bengal; 15 Warga Rohingya Tewas, 40 Orang Belum Ditemukan

11 February 2020, 19:09.
Petugas penjaga pantai memberikan pertolongan pertama untuk anak yang diselamatkan setelah kapal pukat terbalik di Teluk Bengal, Selasa, 11 Februari 2020. Sumber: TheDailyStar.net

Petugas penjaga pantai memberikan pertolongan pertama untuk anak yang diselamatkan setelah kapal pukat terbalik di Teluk Bengal, Selasa, 11 Februari 2020. Sumber: TheDailyStar.net

SEDIKITNYA 15 warga Rohingya meninggal ketika kapal nelayan yang mereka tumpangi tenggelam di Teluk Bengal, Selasa (11/2/2020) pagi, sebagaimana dikonfirmasi penjaga pantai Bangladesh.

67 orang lainnya berhasil diselamatkan. Sedangkan 40 orang lagi masih belum berhasil ditemukan hingga siang hari ini.

Para korban, yang kebanyakan adalah wanita, merupakan warga Rohingya dari kamp pengungsian di Teknaf dan Ukhia, yang termasuk dalam kawasan Cox’s Bazar.

Naim Ul Haque, Komandan Penjaga Pantai mengatakan bahwa kapal nelayan tersebut tenggelam sekitar 7 km dari Pulau St Martin, kurang lebih pada pukul 7 pagi, karena menabrak karang.

“Setidaknya 300 orang pengungsi Rohingya mencoba pergi dari kawasan Monakhali menuju Malaysia pada pukul 8 malam kemarin, menggunakan 2 kapal nelayan,” jelas M Hamidul Islam, petugas media Penjaga Pantai Bangladesh.

Beberapa jam setelahnya, salah satu kapal nelayan tersebut tenggelam. Sedangkan kapal yang lain belum berhasil ditemukan.

“Jumlah korban meninggal bisa jadi akan bertambah,” jelasnya.

Penjaga Pantai, Penjaga Perbatasan, dan Angkatan Laut Bangladesh, serta Asosiasi Pemilik Kapal di Pulau St Martin masih terus melakukan operasi penyelamatan. (TheDailyStar.net)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Hamas Mengecam Keras Keputusan Pengadilan ‘Israel’ terhadap Syaikh Raed Salah
Tolak Ajukan Banding, Syaikh Raed Salah: “Saya Ingin Kredibel di Hadapan Tuhan dan Sejarah” »