Tolak Ajukan Banding, Syaikh Raed Salah: “Saya Ingin Kredibel di Hadapan Tuhan dan Sejarah”

12 February 2020, 18:06.
Foto: PIC

Foto: PIC

SYAIKH Raed Salah, kepala Gerakan Islam di wilayah yang dicaplok Israel, mengatakan bahwa hukuman penjara zionis terhadap dirinya telah membuktikan ketidakadilan pendudukan ‘Israel’.

Ia tidak akan mengajukan banding, meskipun vonis tersebut zhalim dan menindas.

Al Watan Voice melaporkan, di bawah putusan itu, Sheikh Salah dilarang berbicara kepada publik, yang memaksa pengacaranya Omar Khamaysi, untuk membacakan pernyataannya kepada para pendukung yang berkumpul di depan pengadilan ‘Israel’ di Haifa.

Pengadilan ‘Israel’, Senin (10/2/2020) memutuskan menjatuhkan hukuman penjara 28 bulan terhadap Syaikh Salah atas tuduhan “menghasut teror”.

Sheikh Salah berkata:

“Hukuman penjara tidak membuat saya takut sama sekali. Penindasan ‘Israel’ telah memburu saya dan orang-orang Palestina.”

“Saya menegaskan kembali prinsip-prinsip saya di hadapan pengadilan Israel,” katanya, yang menyatakan bahwa prinsip-prinsipnya adalah “Islam, Arab, dan Palestina.”

“Apakah ada kemenangan yang lebih baik daripada berpegang teguh pada Al-Quran Suci, Sunnah Nabi, prinsip-prinsip Palestina, bahasa Arab, budaya Palestina, Baitul Maqdis, dan Masjid Al-Aqsha?” ujar Syaikh Salah.

“Saya berpegang teguh pada prinsip-prinsip ini karena prinsip tersebut tidak individual, tetapi berbasis Al-Quran Suci, Sunnah Nabi; sehingga merupakan prinsip-prinsip setiap Muslim, Arab, dan Palestina.”

Sheikh Salah menekankna putusan terhadap dirinya mengungkapkan wajah asli peradilan Israel yang telah sangat jauh dari adil.

Ia memandang, ketika peradilan menang atas keadilan, itu adalah kemenangan untuk penindasan, rasisme, penganiayaan, perburuan politik, kriminalisasi kebebasan berbicara, dan kebangkitan inkuisisi,

“Saya memutuskan untuk tidak mengajukan banding terhadap hukuman, meskipun itu menindas dan keras. Karena satu-satunya perhatian saya adalah menjadi kredibel di hadapan Tuhan dan sejarah. Ini adalah kemenangan bagi kita semua. Karena kasus saya akan tetap menjadi saksi melawan penindasan Israel,” ujar Syaikh Raed Salah.

Kecaman Keras Hamas

Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) mengecam keras keputusan pengadilan ‘Israel’, Senin (10/2/2020), yang menghukum Syaikh Raed Salah, kepala cabang utara Gerakan Islam Palestina, 28 bulan penjara.

Hamas menyatakan bahwa putusan itu dimaksudkan untuk membungkam semua suara bebas yang membela negara Palestina, Baitul Maqdis, dan Masjid al-Aqsha melawan skema penjajahan ‘Israel’.

“Tindakan semacam itu mencerminkan mentalitas ekstremis dan rasis yang mengatur lembaga-lembaga ‘Israel’, terutama pengadilan dan sistem peradilan,” tegas Hamas.

Hamas mengatakan bahwa keputusan yang tidak adil terhadap “Syaikh al-Aqsha” serta warga Palestina di Baitul Maqdis, Tepi Barat, dan wilayah yang diduduki sejak 1948; tidak akan menghentikan perjuangan mereka melawan pendudukan dengan segala cara.

Senada, Sahabat Al-Aqsha (SA) mengecam keputusan pengadilan zionis, Senin (10/2/2020), yang menghukum Syaikh Raed Salah, kepala cabang utara Gerakan Islam Palestina, 28 bulan penjara.

SA memandang, penjajah zionis selalu mencari alasan untuk menyekap Syaikh Raed Salah dengan dalih apapun, dengan berbagai cara.

“Alasan ‘mendukung terorisme’ adalah alasan yang paling tidak berani disentuh pembela HAM dan secara opini publik dianggap menang,” ujar Ketua Umum Sahabat Al-Aqsha (SA), Tomi Janto.

“Kita tidak bisa menerjemahkan tuduhan sistem ‘penzhaliman’ (disebut pengadilan ‘Israel’) secara letterlijk, karena itu bagian dari sistem dusta mereka,” kata Tomi Janto.

Terlalu banyak fakta yang menunjukkan bahwa peradilan Israel merupakan sistem yang secara terang-benderang melegalkan dan menyokong penjajahan. (MiddleEastMonitor/Palinfo/SahabatAlAqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Kapal Nelayan Tenggelam di Teluk Bengal; 15 Warga Rohingya Tewas, 40 Orang Belum Ditemukan
SOHR: Rezim Assad Rebut Kendali Jalan Raya Aleppo-Damaskus »