Turki Sebut 51 Tentara Rezim Tewas di Idlib, Oposisi Kobarkan Perlawanan di Dekat M-5 dan Deera

12 February 2020, 18:09.
Pasukan komando Turki terlihat sedang dalam perjalanan menuju titik pengamatan di Idlib-Suriah, pada 11 Februari 2020 di Hatay, Turki [Cem Genco]

Pasukan komando Turki terlihat sedang dalam perjalanan menuju titik pengamatan di Idlib-Suriah, pada 11 Februari 2020 di Hatay, Turki [Cem Genco]

SELASA (11/2/2020), Turki menyatakan sebanyak 51 tentara Suriah tewas di barat laut Suriah, ketika oposisi yang didukung Turki menyerang balik terhadap pasukan rezim yang didukung Rusia.

Kementerian Pertahanan Turki, mengutip sumber-sumber di lapangan, menambahkan bahwa dua tank Suriah dan satu gudang amunisi turut dihancurkan.

Beberapa jam sebelumnya, Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) melaporkan bahwa pasukan pemerintah Suriah telah merebut kendali jalan raya utama Aleppo-Damaskus yang melintasi provinsi barat laut Idlib (M-5), untuk pertama kalinya sejak masa-masa awal perang sipil pada 2012.

Namun media pemerintah Suriah tidak menyebutkan hal ini.

Sumber-sumber oposisi kemudian mengatakan pertempuran berlanjut di beberapa wilayah utara dekat jalan raya M-5 (yang menghubungkan Aleppo dengan ibukota Damaskus) dan Deraa di ujung selatan.

Sebagai tanggapan, gerilyawan menembak jatuh helikopter militer Suriah dan bergerak maju menuju kota Nairab, yang menurut Kementerian Pertahanan Turki telah ditinggalkan oleh serdadu rezim Suriah.

Seorang pejabat Turki mengatakan bahwa pasukan oposisi, yang didukung oleh artileri Turki, telah memulai “serangan penuh” di daerah yang baru-baru ini direbut rezim di dekat Saraqeb, sebuah kota persimpangan strategis di jalan raya M5.

Seorang komandan oposisi mengatakan kepada Reuters bahwa mereka telah mendorong mundur pasukan rezim Assad di sana.

Selasa (11/2/2020), serdadu Suriah mengatakan bahwa pihaknya akan menanggapi serangan oleh pasukan Turki; yang menyatakan berusaha menghentikan kemajuan pasukan rezim Assad ke provinsi Idlib.

Berkobarnya pertempuran telah memunculkan beberapa konfrontasi paling serius antara Ankara dan Damaskus dalam perang sembilan tahun; di mana Rusia dan Iran telah mendukung rezim Assad. (Middle East Monitor)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« SOHR: Rezim Assad Rebut Kendali Jalan Raya Aleppo-Damaskus
Dewan Pesantren Rohingya di Kamp Pengungsian Luluskan 252 Santri Angkatan Pertama »