Dingin Ekstrem Mengurung, Serangan Rezim Mengepung; Pengungsi Tak Punya Tempat Berlindung

14 February 2020, 17:47.
Foto: Capture Video BBC

Foto: Capture Video BBC

PERTEMPURAN dahsyat di wilayah terakhir Suriah yang belum direbut diktator Bashar al-Assad menyebabkan mobilisasi warga terbesar sejak konflik Suriah ini bermula.

Dilansir BBC, lebih dari 800.000 warga sipil Suriah terpaksa mengungsi ke tenda-tenda di perbatasan Turki dalam kondisi suhu di bawah 0 derajat Celcius.

Untuk menghadapi begitu dinginnya cuaca tersebut, mereka pun harus berkerumun dan berdesakan di dalam tenda.

Sebagaimana yang terjadi di kamp pengungsian dekat kota Azaz, Aleppo bagian utara.

Terkuak fakta bahwa 60% dari warga yang mengungsi tersebut adalah anak-anak.

Beberapa di antaranya dilaporkan meninggal di pengungsian akibat cuaca ekstrem.

Banyak dari ratusan ribu warga tersebut yang telah mengungsi berulang kali meninggalkan rumahnya akibat serangan-serangan rezim Assad untuk merebut wilayah oposisi.

Berbagai perjanjian gencatan senjata selalu dilanggar rezim dan sekutunya. Serangan darat dan udara tak henti-hentinya datang menerjang.

Tak terhitung jumlahnya, konvoi kendaraan para keluarga yang membawa tumpukan matras dan barang lainnya, berusaha keluar dari provinsi yang saat ini penuh dengan puing bangunan.

Kamp dan pemukiman sementara sudah penuh. Masjid-masjid, sekolahan, bahkan gedung-gedung yang belum selesai dibangun pun kini menjadi tempat bernaung mereka, meski harus berdesakan karena tak ada tempat lain. (BBC/TheGuardian)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Bentrok di Qalqilya; Dua Pemuda Terluka, Puluhan Tersedak Gas Air Mata
Tiga Warga Rohingya Terbunuh di Buthidaung, Termasuk Bayi Berusia 1 Tahun »