Desak Yunani Berikan Suaka untuk Muhajirin, HRW: Ratusan Orang Diangkut ke Kamp Tertutup di Athena

23 March 2020, 17:47.
Para muhajirin tiba di pelabuhan Mytilene di Pulau Lesbos di Yunani, untuk dipindahkan ke kamp tertutup di Yunani utara, 20 Maret 2020. (AFP Photo)

Para muhajirin tiba di pelabuhan Mytilene di Pulau Lesbos di Yunani, untuk dipindahkan ke kamp tertutup di Yunani utara, 20 Maret 2020. (AFP Photo)

YUNANI (Daily Sabah) – Otoritas Yunani telah menolak permohonan suaka setidaknya 625 orang di Pulau Lesbos.

Human Rights Watch (HRW), Jumat (20/3/2020), mengatakan rezim Yunani telah mengangkut banyak orang ke kamp-kamp tertutup, dengan kondisi yang tidak diketahui.

Menggarisbawahi bahwa otoritas Yunani telah mencegah para muhajirin untuk mengakses layanan – bahkan merencanakan pemindahan ke penahanan di darat, HRW mendesak Yunani untuk memberikan suaka.

HRW menekankan bahwa otoritas Yunani telah menolak permohonan suaka setidaknya 625 orang yang tiba di Pulau Lesbos antara 1 hingga 18 Maret 2020.

HRW mengungkapkan, otoritas Yunani telah menahan 189 pendatang baru di Pulau Lesbos, dalam kondisi yang tidak dapat diterima.

“Sedangkan 436 lainnya diangkut ke kamp tertutup di Malakassa, sisi utara Athena, dalam kondisi yang belum diketahui,” kata HRW.

Bulan lalu, Ankara mengumumkan bahwa mereka tidak akan lagi mencoba untuk menghentikan upaya muhajirin mencapai Eropa, seraya menegaskan bahwa Uni Eropa gagal memenuhi komitmennya sesuai kesepakatan pengungsi tahun 2016.

Ribuan muhajirin berbondong-bondong bergerak ke Provinsi Edirne Turki – yang berbatasan dengan Yunani dan Bulgaria – untuk menuju Eropa.

Beberapa mencoba menyeberangi sungai untuk mencapai Yunani, sedangkan yang lain telah menunggu pemerintah Yunani untuk membuka gerbang di zona penyangga antara Pazarkule Turki dan pelintasan perbatasan Kastanies Yunani.

Reaksi Yunani terhadap para muhajirin sangat brutal, termasuk melakukan serangan fisik dan gas air mata.

Bahkan beberapa muhajirin dibunuh oleh pasukan Yunani pada 1 Maret 2020.

Pemerintah Yunani menangguhkan akses mendapatkan suaka selama 30 hari bagi orang-orang yang dituding “secara tidak teratur” memasuki negara itu.

Penangguhan ini merupakan pelanggaran hukum internasional, karena Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia dan Piagam Hak Fundamental Uni Eropa keduanya menjamin hak untuk mencari suaka. (Daily Sabah)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Erdogan: Turki Siap Bantu Palestina Memerangi Covid-19
Kasus Pertama Covid-19 Terkonfirmasi di Suriah, Para Muhajirin dan Tahanan Paling Rentan Terinfeksi »