Fokus Perangi Covid-19, PBB Serukan Pembebasan Tahanan dan Gencatan Senjata Total di Suriah

25 March 2020, 17:49.
Foto: Omar Sanadiki/Reuters

Foto: Omar Sanadiki/Reuters

DAMASKUS, SURIAH (Al Jazeera) – Utusan khusus PBB untuk Suriah menyerukan kepada semua pihak yang terlibat dalam perang 9 tahun untuk mau melakukan gencatan senjata di seluruh wilayah; sehingga langkah penanganan dan pencegahan pandemi virus corona dapat dijalankan.

Geir Pedersen, dengan dasar kemanusiaan juga meminta pembebasan dalam skala besar para tahanan dan warga yang disekap, serta akses bagi petugas medis untuk masuk ke penjara-penjara rezim; agar mereka yang berada di sana mendapatkan perawatan yang semestinya.

“Warga Suriah sangat rentan terhadap Covid-19. Fasilitas-fasilitas kesehatan telah hancur dan rusak,” lanjut Pedersen.

“Perlengkapan medis dan tenaga kesehatan yang tersedia sangat minim. Untuk menghadapi bahaya (pandemi virus corona) ini, warga Suriah yang telah lama menderita tersebut membutuhkan masa tenang di seantero negeri yang harus dijalankan semua pihak,” jelasnya.

Penyebaran virus corona di Suriah akan membawa dampak mematikan terhadap populasi warga yang telah menderita karena perang selama ini.

Kini, rumah sakit banyak tak bisa beroperasi dan kamp pengungsian telah penuh sesak dihuni melebihi kapasitas.

Kondisi ini sangat efektif untuk penyebaran pandemi Covid-19, kata para dokter dan petugas kemanusiaan.

Senin (23/3/2020), rezim diktator Bashar al-Assad mengumumkan temuan kasus pertama virus corona; setelah menyanggah laporan-laporan sebelumnya bahwa ada kasus yang ditutup-tutupi.

Larangan bepergian antar provinsi dan beberapa kota telah diberlakukan mulai hari itu juga.

Tak berselang lama, WHO menyatakan bahwa mereka sedang mengirim perlengkapan uji tes ke wilayah Idlib; yang dalam 3 bulan terakhir porak poranda akibat serangan masif rezim dan sekutunya Rusia.

Sekira 3 juta warga Suriah berada di provinsi itu, dimana 1 juta di antaranya merupakan pengungsi dari provinsi lain yang wilayahnya telah direbut rezim.

International Rescue Committee telah memperingatkan bahwa kondisi terburuk akibat pandemi virus corona akan terjadi di wilayah itu, jika wabah telah menyebar sampai ke sana.

Senin (23/3/2020), Sekjen PBB, Antonio Guterres menyerukan gencatan senjata untuk seluruh penjuru dunia.

“Dahsyatnya virus ini menunjukkan betapa bodohnya perang yang terjadi di antara kita,” kata Guterres.

“Inilah saatnya me-‘lockdown’ perang senjata dan fokus bersama menghadapi perang sesungguhnya untuk kehidupan kita,” ujarnya. (Aljazeera)

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Sistem Kesehatan Hancur Akibat Perang, Wilayah Barat Laut Suriah Rentan Dilanda Wabah Covid-19
Penjajah Zionis Rampas 95% Kawasan Lembah Jordan »