Desak Intervensi Secepat Mungkin, PCHR: Fasilitas Kesehatan Gaza di Ambang Kehancuran

26 March 2020, 19:12.
Aksi sukarela mendesinfeksi rumah-rumah di kamp-kamp pengungsi Jalur Gaza sebagai langkah pencegahan wabah Covid-19 pada 16 Maret 2020 di Gaza [Mohammed Asad / Middle East Monitor]

Aksi sukarela mendesinfeksi rumah-rumah di kamp-kamp pengungsi Jalur Gaza sebagai langkah pencegahan wabah Covid-19 pada 16 Maret 2020 di Gaza [Mohammed Asad / Middle East Monitor]

GAZA (Middle East Monitor) – The Palestinian Centre for Human Rights (PCHR) mendesak dilakukannya intervensi secepat mungkin untuk mencegah runtuhnya sistem kesehatan di Jalur Gaza terkait pandemi Covid-19.

Menurut PCHR, ada risiko nyata memburuknya bencana yang akan menyerang sektor perawatan kesehatan dalam kasus wabah Coronavirus (Covid-19) di wilayah yang padat.

“Fasilitas perawatan kesehatan di Gaza sudah di ambang kehancuran karena penutupan yang diberlakukan ‘Israel’ selama 13 tahun terakhir. Plus diperburuk dampak dari perpecahan internal dan pertengkaran politik di Palestina”, kata LSM HAM tersebut.

Semua itu telah menyebabkan sistem perawatan kesehatan yang rapuh di Jalur Gaza, kekurangan obat-obatan esensial dan peralatan medis yang terus-menerus, serta jumlah tenaga medis khusus yang tidak mencukupi.

Akibatnya, dalam situasi normal pun, sistem kesehatan tidak dapat memenuhi kebutuhan medis dasar populasi di Jalur Gaza.

Pembatasan oleh zionis telah mencegah pihak berwenang mendatangkan perangkat medis baru atau suku cadang untuk alat yang tidak berfungsi; menciptakan kekurangan parah yang merupakan hambatan utama pengembangan dan keberlanjutan fasilitas kesehatan.

Seperti dicatat oleh PCHR, pada 19 Maret, Michael Lynk, Pelapor Khusus PBB tentang situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki sejak 1967, mengatakan bahwa ia khawatir tentang dampak potensial virus pada populasi Jalur Gaza.

“Potensi wabah skala besar juga akan menjadi beban besar lainnya pada pekerja kesehatan Gaza yang terkepung; yang dengan sumber daya tak memadai harus menghadapi tiga serangan militer berskala besar dalam satu dekade dan harus merawat ribuan korban aksi ‘Great March of Return’”, kata Lynk.

PCHR menegaskan kembali bahwa tanggung jawab utama untuk menyediakan pasokan medis bagi populasi Jalur Gaza terletak pada ‘Israel’.

Mereka harus mengambil semua langkah pencegahan yang diperlukan untuk memerangi penyebaran penyakit menular sesuai dengan Pasal 55 dan 56 Konvensi Jenewa Keempat tahun 1949.

PCHR juga mendesak komunitas internasional dan WHO untuk menekan ‘Israel’ dan memaksanya mematuhi kewajiban, serta untuk memungkinkan masuknya pasokan peralatan medis yang diperlukan untuk pemeriksaan dan penanganan Covid-19. (Middle East Monitor)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Dikawal Ketat Polisi Zionis, Pemukim Yahudi Terobos Masjid Al-Aqsha yang Ditutup Sementara
Antisipasi Pandemi Covid-19, PBB: Gencatan Senjata di Yaman Penting dan Mendesak »