Antisipasi Pandemi Covid-19, PBB: Gencatan Senjata di Yaman Penting dan Mendesak

26 March 2020, 19:14.
Sekjen PBB Antonio Guterres. Foto: Atilgan Ozdil/Anadolu Agency

Sekjen PBB Antonio Guterres. Foto: Atilgan Ozdil/Anadolu Agency

NEW YORK (Middle East Monitor) – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, Rabu (25/3/2020),menyerukan kepada pihak-pihak yang berperang di Yaman untuk segera menghentikan permusuhan dan melakukan yang terbaik untuk melawan kemungkinan penyebaran Covid-19.

Melalui juru bicaranya Stephane Dujarric, Guterres mengatakan pertempuran saat ini di Al-Jawf dan Ma’rib mengancam kian memperdalam penderitaan manusia.

Guterres juga menyerukan kepada pihak-pihak yang bertikai untuk bekerja sama dengan utusan khusus PBB untuk mencapai de-eskalasi di negara itu, serta membuat kemajuan mengenai langkah-langkah ekonomi dan kemanusiaan yang akan meringankan penderitaan rakyat Yaman.

Dia menekankan pentingnya mewujudkan dan mempertahankan solusi komprehensif dan berkelanjutan terhadap konflik di negara tersebut, utamanya mewujudkan stabilitas politik.

Provinsi Hajjah, di perbatasan utara dengan Arab Saudi, telah direbut oleh milisi Syiah Houthi sejak akhir 2014.

Otoritas Yaman telah mengambil beberapa langkah pencegahan terhadap virus corona, termasuk menutup sekolah dan universitas, menutup pelintasan batas dan bandara, serta menangguhkan shalat di masjid.

Rabu (25/3/2020), kantor WHO di Yaman menegaskan bahwa hingga saat ini Yaman bebas dari Covid-19 dan belum ada kasus infeksi yang terkonfirmasi.

PBB mengungkapkan bahwa konflik di Yaman telah menyebabkan kematian dan cedera 70.000 orang, sementara laporan-laporan hak asasi manusia sebelumnya memperkirakan bahwa setidaknya 100.000 warga Yaman terbunuh selama perang.

Selama enam tahun berturut-turut, warga Yaman telah menyaksikan konflik yang intens antara pasukan pemerintah yang didukung Saudi – yang didukung oleh koalisi Arab sejak Maret 2015 – dengan milisi Syiah Houthi yang didukung Iran, yang mengendalikan beberapa provinsi termasuk ibukota Sanaa. (Middle East Monitor)

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Desak Intervensi Secepat Mungkin, PCHR: Fasilitas Kesehatan Gaza di Ambang Kehancuran
Palestina Laporkan Kematian Pertama Akibat Covid-19 »