PBB: “Jumlah Pengungsi Dunia 79,5 Juta Orang di Akhir 2019, Tertinggi Sepanjang Sejarah”

23 June 2020, 18:41.
Foto: Getty

Foto: Getty

(Alaraby) – Pada Hari Pengungsi Sedunia tahun ini, badan pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggaungkan pesan bahwa “setiap tindakan adalah penting”; karena dihadapkan pada catatan jumlah orang yang telantar akibat perang, cuaca ekstrem, dan pandemi virus korona.

Hampir 80 juta orang telah mengungsi di seluruh dunia – setengah dari mereka adalah anak-anak – pada akhir 2019.

Ini adalah catatan tertinggi sepanjang sejarah, hampir dua kali lipat dari satu dekade lalu.

“Hari ini kita menyaksikan tingkat perpindahan paksa tertinggi, di mana hampir 80 juta orang terlantar di seluruh dunia. Jumlah ini terurai sebagai satu persen dari umat manusia,” Direktur UNHCR untuk Afrika Timur, Clementine Nkweta-Salami, mengatakan kepada Reuters.

“Satu dari setiap 97 orang dipindahkan secara paksa. Di benua (Afrika), kami juga melihat peningkatan tajam. Kami memulai dekade ini dengan sekitar 2,2 juta, dan kini naik hampir tiga kali lipat,” lanjutnya.

“Pada Hari Pengungsi Sedunia tahun ini, saya pikir pesan yang kami miliki adalah bahwa “bersama-sama kita dapat membuat perbedaan” dan bahwa “setiap tindakan adalah penting,” kata Nkweta-Salami.

Kamp-kamp pengungsi di seluruh dunia kini penuh sesak. Dengan bahaya wabah Covid-19, orang-orang terus-menerus gelisah.

Habiba Muhamad, dari Somalia, yang tinggal di kamp, mengatakan; ”Kami telah menerima makanan selama coronavirus. Kami diberi masker dan sabun”.

Mumina Yussuf, pengungsi lain dari Somalia, mengatakan petugas kesehatan di sana rajin.

“Hand sanitizer telah disediakan untuk menjaga tangan kami tetap bersih. Mereka menempatkan wadah dengan air mengalir di luar, ”katanya.

Jumlah Pengungsi Tertinggi

Badan pengungsi PBB mengatakan jumlah pencari suaka, pengungsi internal, dan pengungsi di seluruh dunia meningkat hampir sembilan juta orang tahun lalu – kenaikan terbesar dalam catatannya.

Dalam laporan tahunan “Global Trends” yang dirilis pada hari Kamis, Kantor Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi mengatakan bahwa 79,5 juta orang merupakan 1% dari seluruh umat manusia di tengah konflik, represi, dan pergolakan.

Kepala UNHCR Filippo Grandi mengatakan dari 79,5 juta orang yang dipindahkan secara paksa, 68% berasal dari hanya lima negara: Myanmar, Afghanistan, Suriah, Sudan Selatan, dan Venezuela.

Lonjakan itu juga memperhitungkan perpindahan baru di tempat-tempat pergolakan, seperti Republik Demokratik Kongo, wilayah Sahel di Afrika, Yaman, dan Suriah.

Suriah yang dilanda perang “menyumbang” lebih dari 13 juta dari orang-orang yang mengungsi.

Sementara jumlah total orang yang menghadapi pemindahan paksa naik dari 70,8 juta pada akhir 2018.

Sekira 11 juta “orang baru” mengungsi tahun lalu, dengan negara-negara miskin di antara mereka yang paling terpengaruh.

Grandi mengatakan wabah global telah berdampak besar pada pengungsi, karena 164 negara, baik sebagian atau total, menutup perbatasan mereka untuk melawan virus Covid-19. (Alaraby)

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Aktivis Kemanusiaan: “Pemblokiran Internet di Myanmar Terlama di Dunia”
Senin Malam, Bentrokan Pecah antara Pemuda Nablus dengan Serdadu Zionis »