Erdogan: “Delapan Tahun Terakhir, 25.000 Muhajirin Meninggal di Laut Mediterania”

24 June 2020, 07:22.
Dua anak Palestina terlihat di kamp pengungsi Jabalia, Jalur Gaza, Palestina, 21 Juni 2020. Foto: Anadolu Agency

Dua anak Palestina terlihat di kamp pengungsi Jabalia, Jalur Gaza, Palestina, 21 Juni 2020. Foto: Anadolu Agency

TURKI (Daily Sabah) – Sekira 25.000 muhajirin, kebanyakan wanita dan anak-anak, telah meninggal di Laut Mediterania selama delapan tahun terakhir.

“Dalam delapan tahun terakhir, 25.000 orang, kebanyakan dari mereka wanita dan anak-anak, tewas di perairan Mediterania yang berbahaya,” kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Ahad (21/6/2020), dalam upacara penutupan Festival Film Migrasi Internasional melalui konferensi video.

Dia mengatakan para muhajirin ini berangkat dengan harapan untuk masa depan yang aman, namun sebagian besar perjalanan berakhir dengan kematian.

“Nasib sekira 10.000 anak-anak Suriah yang hijrah ke Eropa tidak diketahui,” tambah Erdogan.

Erdogan mengatakan masalah migrasi terus menjadi agenda dunia sebagai fenomena global, dimana jutaan orang harus meninggalkan rumah mereka karena perang, ketidakstabilan, teror, dan kemiskinan.

Dia menambahkan bahwa orang bermigrasi tidak hanya untuk pekerjaan yang lebih baik atau standar hidup yang lebih baik, tetapi untuk tetap hidup dan memiliki cukup makanan untuk dimakan.

“Hari ini ada hampir 260 juta migran di dunia, serta lebih dari 71 juta orang telantar dan lebih dari 25 juta pengungsi,” ujarnya.

Menyinggung tingginya jumlah pengungsi di Turki, Erdogan mengatakan negara telah menerima semua orang tanpa diskriminasi; berbeda dengan kuota yang diberlakukan oleh negara-negara dengan peluang yang lebih baik.

Turki menyusun kebijakan komprehensif untuk para pengungsi; mulai dari perumahan dan perawatan kesehatan, hingga pendidikan dan integrasi sosial, dalam rangka meningkatkan kehidupan mereka, kata Erdogan.

Upaya-upaya itu semuanya dilengkapi dengan sumber daya Turki sendiri, karena Uni Eropa dan negara-negara lain tidak menyediakan dukungan.

Dia meminta orang-orang untuk menghapus prasangka mereka tentang migrasi dan menjadi sadar akan kontribusi para migran bagi negara dan masyarakat tempat mereka bermukim.

“Sinema adalah sarana yang ampuh untuk menceritakan tentang suka duka pengungsi secara efektif,” kata Erdogan.

Festival film ini didukung oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Turki dan diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri, di bawah naungan Kepresidenan Turki. (Daily Sabah)

 

 

 

 

 

 

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Serdadu Zionis Bangun Jalan Baru untuk Pemukim Ilegal di Barat Bayt Lahm
Serdadu Zionis Tembak Sejumlah Warga Palestina di Jericho dan Ramallah »