Bertahun-tahun di Pengungsian, Anak-anak Muhajirin Suriah Tak Memahami Apa Itu Rumah

24 June 2020, 17:11.
Abdul Rahman al-Fares, bayi berumur 4 bulan yang mengungsi dari Idlib selatan. Foto: Reuters/Khalil Ashawi

Abdul Rahman al-Fares, bayi berumur 4 bulan yang mengungsi dari Idlib selatan. Foto: Reuters/Khalil Ashawi

Kamp Atmeh, Suriah (Independent) – Reuters mengirim Khalil Ashawi, fotografer berkebangsaan Suriah, untuk menggambarkan seperti apa Hari Pengungsi Sedunia yang jatuh pada Sabtu (20/6/2020).

Ashawi pergi ke kamp Atmeh di perbatasan Turki-Suriah. Di sana banyak keluarga yang mengungsi akibat konflik Suriah yang bermula pada tahun 2011 dan membuat separuh warganya kehilangan rumah.

Kemudian Ashawi mengambil foto 9 anak-anak yang masing-masing terlahir di setiap tahun perang Suriah berkecamuk untuk menggambarkan Hari Pengungsi Sedunia.

“Setiap anak mewakili satu tahun perlawanan ini berlangsung… Masing-masing memiliki cerita tersendiri tentang perang tersebut,” jelas Ashawi.

“Anak-anak ini tidak mengerti apa itu rumah, beberapa benar-benar tidak tahu dan sebagian lainnya sudah lupa jika sebuah rumah itu memiliki dinding dan pintu.”

Kepada setiap anak yang sudah bisa berbicara, Ashawi menanyakan hal yang sama: apa itu rumah?

Bocah berumur 6 tahun bernama Rawan yang mengenakan gaun bermotif, mengatakan bahwa ia masih mengingat rumahnya dulu dibangun dengan gaya lama di Idlib selatan.

“Bagiku rumah adalah tempat di mana teman-teman dan keluargaku tinggal. Aku sudah membawa mainan-mainanku, tapi tinggal di sini (kamp pengungsian) tetap tidak nyaman,” kisahnya.

“Sebuah tenda bukanlah rumah, karena tenda bisa terbakar dan mungkin bisa terbang jika terbawa angin.” (Independent)

Ranim Barakat, gadis berusia 9 tahun dari desa Hama yang berada di sebuah tenda di kamp pengungsian Atmeh.

Ranim Barakat, gadis berusia 9 tahun dari desa Hama yang berada di sebuah tenda di kamp pengungsian Atmeh. Foto: Khalil Ashawi/AP

Walid al-Khaled, bocah 2 tahun yang berasal dari kota Aleppo.

Walid al-Khaled, bocah 2 tahun yang berasal dari kota Aleppo. Foto: Khalil Ashawi/Reuters

Mahmoud al-Basha (3 tahun), berpose di dalam tendanya.

Mahmoud al-Basha (3 tahun), berpose di dalam tendanya. Foto: Khalil Ashawi/Reuters

Mariam al-Mohammad, gadis 4 tahun yang mengungsi dari Kota Homs.

Mariam al-Mohammad, gadis 4 tahun yang mengungsi dari Kota Homs. Foto: Khalil Ashawi/Reuters

Maysaa Mahmoud (5 tahun) yang berasal dari pinggiran Homs.

Maysaa Mahmoud (5 tahun) yang berasal dari pinggiran Homs. Foto: Khalil Ashawi/Reuters

Rawan al-Aziz (6 tahun) bersama bonekanya, terpaksa meninggalkan rumahnya di Idlib selatan.

Rawan al-Aziz (6 tahun) bersama bonekanya, terpaksa meninggalkan rumahnya di Idlib selatan. Foto: Khalil Ashawi/Reuters

Mohammad Abdallah, bocah berumur 7 tahun dari Jabal al-Zawiya di Idlib selatan.

Mohammad Abdallah, bocah berumur 7 tahun dari Jabal al-Zawiya di Idlib selatan. Foto: Khalil Ashawi/Reuters

Jumana dan Farhan al-Alyawi, kembar bersaudara dengan usia 8 tahun yang mengungsi dari Idlib timur.

Jumana dan Farhan al-Alyawi, kembar bersaudara dengan usia 8 tahun yang mengungsi dari Idlib timur. Foto: Khalil Ashawi/Reuters

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Serdadu Zionis Tembak Sejumlah Warga Palestina di Jericho dan Ramallah
Syaikh Ikrimah Sabri: “Agresi Kotor Terus Berlangsung, Departemen Waqaf Kian Kehilangan Kendali atas Al-Aqsha” »