Nelayan Aceh Selamatkan 94 Muhajirin Rohingya yang Terombang-ambing di Lautan

26 June 2020, 14:24.
Sumber: Anadolu Agency

Sumber: Anadolu Agency

JAKARTA (Anadolu Agency | Medcom.id) – Indonesia telah memberikan pertolongan darurat kepada 94 Muhajirin Rohingya yang terombang-ambing di perairan Provinsi Aceh, kata Menteri Luar Negeri RI pada Kamis (25/6/2020).

Dalam konferensi pers virtual, Retno Marsudi, menyebutkan bahwa bantuan darurat itu diberikan setelah nelayan dan pemerintah setempat menemukan kapal milik Muhajirin Rohingya yang terkatung-katung di tengah laut.

Mereka terdiri dari 49 perempuan, 30 anak-anak, dan 15 pria dewasa.

Marsudi mengatakan bahwa ia akan bekerja sama dengan negara lain untuk mengadakan deteksi dini dan mencegah agar warga Rohingya tidak mengalami perjalanan berbahaya seperti ini lagi.

Ia menekankan bahwa repatriasi merupakan kunci dari permasalahan ini.

Amnesty Internasional menyeru kepada pemerintah Indonesia untuk membantu para Muhajirin Rohingya tersebut.

“Kami mendorong pemerintah Indonesia untuk membantu memastikan penyelamatan dan perlindungan para pengungsi (Rohingya),” sebut Usman Hamid, direktur eksekutif Amnesty International Indonesia pada hari Kamis.

Usman menyeru pemerintah Indonesia untuk menyediakan kebutuhan dasar, seperti makanan, pakaian, air bersih, dan tempat tinggal sementara yang layak huni; mengingat banyak anak-anak di antara para Muhajirin tersebut.

Sementara, Shura Council of Malaysian Islamic Organization mengatakan bahwa pemerintah Indonesia harus membawa para Muhajirin tersebut ke kantor imigrasi.

“Membawa mereka ke pusat imigrasi merupakan langkah yang tepat,” jelas Mohamad Azmi Abdul Hamid selaku ketuanya, Kamis (25/6/2020).

Ia juga mendukung seruan Retno Marsudi kepada negara-negara ASEAN untuk memastikan keamanan para Muhajirin Rohingya.

Kapal nelayan ditemukan di lepas pantai Seunuddon, Aceh Utara, pada Rabu 24 Juni 2020. Kapal itu mengangkut 94 Muhajirin Rohingya. Kemudian, KM Nelayan bernomor 2017.811 dengan tiga awak kapal nelayan Aceh mengevakuasi 94 Muhajirin tersebut ke kapal mereka. Lantaran kapal yang dinaiki warga Rohingya akan tenggelam.

Anadolu Agency melaporkan bahwa para Muhajirin Rohingya diizinkan mendarat di tanah milik warga Aceh yang mengkhawatirkan kondisi anak-anak Rohingya.

Rohingya merupakan etnis yang paling dipersekusi di dunia, menurut PBB, di mana mereka telah mengalami serangan-serangan rasialis sejak puluhan tahun lalu.

Menurut Amnesty International, lebih dari 750.000 pengungsi Rohingya, sebagian besarnya perempuan dan anak-anak, lari menyelamatkan diri ke Bangladesh setelah serangan brutal serdadu Myanmar pada bulan Agustus 2017.

Gelombang perpindahan ini menambah total jumlah Muhajirin Rohingya di Bangladesh menjadi sekira 1,2 juta orang. (Anadolu Agency | Medcom.id)

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Bertahun-tahun Dikelilingi Kematian, Ini Ungkapan Perasaan Pemuda Suriah yang Rindukan Kedamaian
Warga Kota Duma Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Dikeroyok Pemukim Ilegal Yahudi »